Thursday, August 27, 2009

http://mirdakeke2.blogspot.com/

2 comments
http://mirdakeke2.blogspot.com/

Shared via AddThis

MEMUPUK RASA PERCAYA DIRI

0 comments
Jakarta, 16 Oktober 2002
Pernahkah anda mengalami krisis kepercayaan diri atau dalam bahasa sehari-hari "tidak pede" dalam menghadapi suatu situasi atau persoalan? Saya yakin hampir setiap orang pernah mengalami krisis kepercayaan diri dalam rentang kehidupannya, sejak masih anak-anak hingga dewasa bahkan sampai usia lanjut. Ruang konseling di website inipun banyak diwarnai dengan pertanyaan seputar kasus-kasus yang berhubungan dengan krisis kepercayaan diri tersebut. Sudah tentu, hilangnya rasa percaya diri menjadi sesuatu yang amat mengganggu, terlebih ketika dihadapkan pada tantangan atau pun situasi baru. Individu sering berkata pada diri sendiri, “dulu saya tidak penakut seperti ini....kenapa sekarang jadi begini ?” ada juga yang berkata: "kok saya tidak seperti dia,...yang selalu percaya diri...rasanya selalu saja ada yang kurang dari diri saya...saya malu menjadi diri saya!”

Menyikapi kondisi seperti tersebut diatas maka akan muncul pertanyaan dalam benak kita: mengapa rasa percaya diri begitu penting dalam kehidupan individu. Lalu apakah kurangnya rasa percaya diri dapat diperbaiki sehingga tidak menghambat perkembangan individu dalam menjalankan tugas sehari-hari maupun dalam hubungan interpersonal. Jika memang rasa kurnag percaya diri dapat diperbaiki, langkah-langkah apakah yang harus dilakukan? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan saya jawab dalam artikel ini:

1. KEPERCAYAAN DIRI
Kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya. Hal ini bukan berarti bahwa individu tersebut mampu dan kompeten melakukan segala sesuatu seorang diri, alias “sakti”. Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya hanya merujuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan individu tersebut dimana ia merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu dan percaya bahwa dia bisa – karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri.

2. KARAKTERISTIK
Karakteristik atau ciri-ciri Individu yang percaya diri
Beberapa ciri atau karakteristik individu yang mempunyai rasa percaya diri yang proporsional, diantaranya adalah :

• Percaya akan kompetensi/kemampuan diri, hingga tidak membutuhkan pujian, pengakuan, penerimaan, atau pun rasa hormat orang lain
• Tidak terdorong untuk menunjukkan sikap konformis demi diterima oleh orang lain atau kelompok
• Berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain – berani menjadi diri sendiri
• Punya pengendalian diri yang baik (tidak moody dan emosinya stabil)
• Memiliki internal locus of control (memandang keberhasilan atau kegagalan, tergantung dari usaha diri sendiri dan tidak mudah menyerah pada nasib atau keadaan serta tidak tergantung/mengharapkan bantuan orang lain)
• Mempunyai cara pandang yang positif terhadap diri sendiri, ornag lain dan situasi di luar dirinya
• Memiliki harapan yang realistik terhadap diri sendiri, sehingga ketika harapan itu tidak terwujud, ia tetap mampu melihat sisi positif dirinya dan situasi yang terjadi.

Karakteristik atau ciri-ciri Individu yang kurang percaya diri
Beberapa ciri atau karakteristik individu yang kurang percaya diri, diantaranya adalah:

• Berusaha menunjukkan sikap konformis, semata-mata demi mendapatkan pengakuan dan penerimaan kelompok
• Menyimpan rasa takut/kekhawatiran terhadap penolakan
• Sulit menerima realita diri (terlebih menerima kekurangan dir) dan memandang rendah kemampuan diri sendiri – namun di lain pihak memasang harapan yang tidak realistik terhadap diri sendiri
• Pesimis, mudah menilai segala sesuatu dari sisi negatif
• Takut gagal, sehingga menghindari segala resiko dan tidak berani memasang target untuk berhasil
• Cenderung menolak pujian yang ditujukan secara tulus (karena undervalue diri sendiri)
• Selalu menempatkan/memposisikan diri sebagai yang terakhir, karena menilai dirinya tidak mampu
• Mempunyai external locus of control (mudah menyerah pada nasib, sangattergantung pada keadaan dan pengakuan/penerimaan serta bantuan orang lain)

3. PERKEMBANGAN RASA PERCAYA DIRI
Pola Asuh
Para ahli berkeyakinan bahwa kepercayaan diri bukanlah diperoleh secara instant, melainkan melalui proses yang berlangsung sejak usia dini, dalam kehidupan bersama orangtua. Meskipun banyak faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri seseorang, namun faktor pola asuh dan interaksi di usia dini, merupakan faktor yang amat mendasar bagi pembentukan rasa percaya diri.Sikap orangtua, akan diterima oleh anak sesuai dengan persepsinya pada saat itu. orangtua yang menunjukkan kasih, perhatian, penerimaan, cinta dan kasih sayang serta kelekatan emosional yang tulus dengan anak, akan membangkitkan rasa percara diri pada anak tersebut. Anak akan merasa bahwa dirinya berharga dan bernilai di mata orangtuanya. Dan, meskipun ia melakukan kesalahan, dari sikap orangtua anak melihat bahwa dirinya tetaplah dihargai dan dikasihi. Anak dicintai dan dihargai bukan tergantung pada prestasi atau perbuatan baiknya, namun karena eksisitensinya. Di kemudian hari anak tersebut akan tumbuh menjadi individu yang mampu menilai positif dirinya dan mempunyai harapan yang realistik terhadap diri – seperti orangtuanya meletakkan harapan realistik terhadap dirinya. Lain halnya dengan orangtua yang kurang memberikan perhatian pada anak, atau suka mengkritik, sering memarahi anak namun kalau anak berbuat baik tidak pernah dipuji, tidak pernah puas dengan hasil yang dicapai oleh anak, atau pun seolah menunjukkan ketidakpercayaan mereka pada kemampuan dan kemandirian anak dengan sikap overprotective yang makin meningkatkan ketergantungan. Tindakan overprotective orangtua, menghambat perkembangan kepercayaan diri pada anak karena anak tidak belajar mengatasi problem dan tantangannya sendiri – segala sesuatu disediakan dan dibantu orangtua. Anak akan merasa, bahwa dirinya buruk, lemah, tidak dicintai, tidak dibutuhkan, selalu gagal, tidak pernah menyenangkan dan membahagiakan orangtua. Anak akan merasa rendah diri di mata saudara kandungnya yang lain atau di hadapan teman-temannya.

Menurut para psikolog, orangtua dan masyarakat seringkali meletakkan standar dan harapan yang kurang realistik terhadap seorang anak atau pun individu. Sikap suka membanding-bandingkan anak, mempergunjingkan kelemahan anak, atau pun membicarakan kelebihan anak lain di depan anak sendiri, tanpa sadar menjatuhkan harga diri anak-anak tersebut. Selain itu, tanpa sadar masyarakat sering menciptakan trend yang dijadikan standar patokan sebuah prestasi atau pun penerimaan sosial. Contoh kasus yang riil pernah terjadi di tanah air, ketika seorang anak bunuh diri gara-gara dirinya tidak diterima masuk di jurusan A1 (IPA), meski dia sudah bersekolah di tempat yang elit; rupanya sang orangtua mengharap anaknya diterima di A1 atau paling tidak A2, agar kelak bisa menjadi dokter. Atau, orangtua yang memaksakan anaknya ikut les ini dan itu, hanya karena anak-anak lainnya pun demikian.

Situasi ini pada akhirnya mendorong anak tumbuh menjadi individu yang tidak bisa menerima kenyataan dirinya, karena di masa lalu (bahkan hingga kini), setiap orang mengharapkan dirinya menjadi seseorang yang bukan dirinya sendiri. Dengan kata lain, memenuhi harapan sosial. Akhirnya, anak tumbuh menjadi individu yang punya pola pikir : bahwa untuk bisa diterima, dihargai, dicintai, dan diakui, harus menyenangkan orang lain dan mengikuti keinginan mereka. Pada saat individu tersebut ditantang untuk menjadi diri sendiri – mereka tidak punya keberanian untuk melakukannya. Rasa percaya dirinya begitu lemah, sementara ketakutannya terlalu besar.

4. POLA PIKIR NEGATIF
Dalam hidup bermasyarakat, setiap individu mengalami berbagai masalah, kejadian, bertemu orang-orang baru, dsb. Reaksi individu terhadap seseorang atau pun sebuah peristiwa, amat dipengaruhi oleh cara berpikirnya. Individu dengan rasa percaya diri yang lemah, cenderung mempersepsi segala sesuatu dari sisi negatif. Ia tidak menyadari bahwa dari dalam dirinya lah semua negativisme itu berasal. Pola pikir individu yang kurang percaya diri, bercirikan antara lain:

• Menekankan keharusan-keharusan pada diri sendiri (“saya harus bisa begini...saya harus bisa begitu”). Ketika gagal, individu tersebut merasa seluruh hidup dan masa depannya hancur.
• Cara berpikir totalitas dan dualisme : “kalau saya sampai gagal, berarti saya memang jelek”
• Pesimistik yang futuristik : satu saja kegagalan kecil, individu tersebut sudah merasa tidak akan berhasil meraih cita-citanya di masa depan. Misalnya, mendapat nilai C pada salah satu mata kuliah, langsung berpikir dirinya tidak akan lulus sarjana.
• Tidak kritis dan selektif terhadap self-criticism : suka mengkritik diri sendiri dan percaya bahwa dirinya memang pantas dikritik.
• Labeling : mudah menyalahkan diri sendiri dan memberikan sebutan-sebutan negatif, seperti “saya memang bodoh”...”saya ditakdirkan untuk jadi orang susah”, dsb....
• Sulit menerima pujian atau pun hal-hal positif dari orang lain : ketika orang memuji secara tulus, individu langsung merasa tidak enak dan menolak mentah-mentah pujiannya. Ketika diberi kesempatan dan kepercayaan untuk menerima tugas atau peran yang penting, individu tersebut langsung menolak dengan alasan tidak pantas dan tidak layak untuk menerimanya.
• Suka mengecilkan arti keberhasilan diri sendiri : senang mengingat dan bahkan membesar-besarkan kesalahan yang dibuat, namun mengecilkan keberhasilan yang pernah diraih. Satu kesalahan kecil, membuat individu langsung merasa menjadi orang tidak berguna.

5. MEMUPUK RASA PERCAYA DIRI
Untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang proporsional maka individu harus memulainya dari dalam diri sendiri. Hal ini sangat penting mengingat bahwa hanya individu yang bersangkutan yang dapat mengatasi rasa kurang percaya diri yang sedang dialaminya. Beberapa saran berikut mungkin layak menjadi pertimbangkan jika anda sedang mengalami krisis kepercayaan diri.

1.Evaluasi diri secara obyektif
Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar “kekayaan” pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum, keahlian yang dimiliki, serta kesempatan atau pun sarana yang mendukung kemajuan diri. Sadari semua asset-asset berharga Anda dan temukan asset yang belum dikembangkan. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri Anda, seperti : pola berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin diri, kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang lain, atau pun sebab-sebab eksternal lain. Hasil analisa dan pemetaan terhadap SWOT (Strengths, Weaknesses, Obstacles and Threats) diri, kemudian digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengembangan diri yang lebih realistik.

2.Beri penghargaan yang jujur terhadap diri
Sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang anda miliki. Ingatlah bahwa semua itu didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi diri sejak dahulu hingga kini. Mengabaikan/meremehkan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu Anda menemukan jalan yang tepat menuju masa depan. Ketidakmampuan menghargai diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan berlebihan; contoh: ingin cepat kaya, ingin cantik, populer, mendapat jabatan penting dengan segala cara. Jika ditelaah lebih lanjut semua itu sebenarnya bersumber dari rasa rendah diri yang kronis, penolakan terhadap diri sendiri, ketidakmampuan menghargai diri sendiri – hingga berusaha mati-matian menutupi keaslian diri.

3.Positive thinking
Cobalah memerangi setiap asumsi, prasangka atau persepsi negatif yang muncul dalam benak Anda. Anda bisa katakan pada diri sendiri, bahwa nobody’s perfect dan it’s okay if I made a mistake. Jangan biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang dan berdaun. Semakin besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran dan perasaan Anda. Hati-hatilah agar masa depan Anda tidak rusak karena keputusan keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya untuk kemudian di re-view kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu ternyata tidak benar.

4.Gunakan self-affirmation
Untuk memerangi negative thinking, gunakan self-affirmation yaitu berupa kata-kata yang membangkitkan rasa percaya diri. Contohnya:
• Saya pasti bisa !!
• Saya adalah penentu dari hidup saya sendiri. Tidak ada orang yang boleh menentukan hidup saya !
• Saya bisa belajar dari kesalahan ini. Kesalahan ini sungguh menjadi pelajaran yang sangat berharga karena membantu saya memahami tantangan
• Sayalah yang memegang kendali hidup ini
• Saya bangga pada diri sendiri

5.Berani mengambil resiko
Berdasarkan pemahaman diri yang obyektif, Anda bisa memprediksi resiko setiap tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, Anda tidak perlu menghindari setiap resiko, melainkan lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi resikonya. Contohnya, Anda tidak perlu menyenangkan orang lain untuk menghindari resiko ditolak. Jika Anda ingin mengembangkan diri sendiri (bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada resiko dan tantangannya. Namun, lebih buruk berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa daripada maju bertumbuh dengan mengambil resiko. Ingat: No Risk, No Gain.

6.Belajar mensyukuri dan menikmati rahmat Tuhan
Ada pepatah mengatakan yang mengatakan orang yang paling menderita hidupnya adalah orang yang tidak bisa bersyukur pada Tuhan atas apa yang telah diterimanya dalam hidup. Artinya, individu tersebut tidak pernah berusaha melihat segala sesuatu dari kaca mata positif. Bahkan kehidupan yang dijalaninya selama ini pun tidak dilihat sebagai pemberian dari Tuhan. Akibatnya, ia tidak bisa bersyukur atas semua berkat, kekayaan, kelimpahan, prestasi, pekerjaan, kemampuan, keahlian, uang, keberhasilan, kegagalan, kesulitan serta berbagai pengalaman hidupnya. Ia adalah ibarat orang yang selalu melihat matahari tenggelam, tidak pernah melihat matahari terbit. Hidupnya dipenuhi dengan keluhan, rasa marah, iri hati dan dengki, kecemburuan, kekecewaan, kekesalan, kepahitan dan keputusasaan. Dengan “beban” seperti itu, bagaimana individu itu bisa menikmati hidup dan melihat hal-hal baik yang terjadi dalam hidupnya? Tidak heran jika dirinya dihinggapi rasa kurang percaya diri yang kronis, karena selalu membandingkan dirinya dengan orang-orang yang membuat “cemburu” hatinya. Oleh sebab itu, belajarlah bersyukur atas apapun yang Anda alami dan percayalah bahwa Tuhan pasti menginginkan yang terbaik untuk hidup Anda.

7.Menetapkan tujuan yang realistik
Anda perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang Anda tetapkan selama ini, dalam arti apakah tujuan tersebut sudah realistik atau tidak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan anda dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian anda akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah terjadinya resiko yang tidak diinginkan.
Mungkin masih ada beberapa cara lain yang efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Jika anda dapat melakukan beberapa hal serpti yang disarankan di atas, niscaya anada akan terbebas dari krisis kepercayaan diri. Namun demikian satu hal perlu diingat baik-baik adalah jangan sampai anda mengalami over confidence atau rasa percaya diri yang berlebih-lebihan/overdosis. Rasa percaya diri yang overdosis bukanlah menggambar kondisi kejiwaan yang sehat karena hal tersebut merupakan rasa percaya diri yang bersifat semu.
Rasa percaya diri yang berlebihan pada umumnya tidak bersumber dari potensi diri yang ada, namun lebih didasari oleh tekanan-tekanan yang mungkin datang dari orangtua dan masyarakat (sosial), hingga tanpa sadar melandasi motivasi individu untuk “harus” menjadi orang sukses. Selain itu, persepsi yang keliru pun dapat menimbulkan asumsi yang keliru tentang diri sendiri hingga rasa percaya diri yang begitu besar tidak dilandasi oleh kemampuan yang nyata. Hal ini pun bisa didapat dari lingkungan di mana individu di besarkan, dari teman-teman (peer group) atau dari dirinya sendiri (konsep diri yang tidak sehat). Contohnya, seorang anak yang sejak lahir ditanamkan oleh orangtua, bahwa dirinya adalah spesial, istimewa, pandai, pasti akan menjadi orang sukses, dsb – namun dalam perjalanan waktu anak itu sendiri tidak pernah punya track record of success yang riil dan original (atas dasar usahanya sendiri). Akibatnya, anak tersebut tumbuh menjadi seorang manipulator dan dan otoriter – memperalat, menguasai dan mengendalikan orang lain untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Rasa percaya diri pada individu seperti itu tidaklah didasarkan oleh real competence, tapi lebih pada faktor-faktor pendukung eksternal, seperti kekayaan, jabatan, koneksi, relasi, back up power keluarga, nama besar orangtua, dsb. Jadi, jika semua atribut itu ditanggalkan, maka sang individu tersebut bukan siapa-siapa.

Sumber : Oleh Jacinta F. Rini Team e-psikologi

MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI

0 comments
Tak dapat dipungkiri kita semua pasti pernah mengalami rasa tak percaya diri sesekali waktu. Adakalanya agak sulit untuk membangkitkan kembali rasa percaya diri itu sewaktu kita sedang membutuhkan. Sebenarnya ada latihan sederhana yang dapat dipraktekkan untuk mendapatkan rasa percaya diri Anda agar kembali ke jalurnya secepat mungkin saat dibutuhkan. Berikut kami sampaikan tujuh langkah membangun rasa percaya diri yang tak tergoyahkan.

1. Perhatikan Postur Tubuh - Mungkin kedengarannya ini tak memiliki hubungan dengan rasa percaya diri yang kita bicarakan ini, tetapi sebenarnya bagaimana sikap duduk atau berdiri Anda, mengirimkan pesan tertentu pada orang-orang yang ada di sekekliling Anda. Jika pesan tersebut memancarkan rasa percaya diri, Anda akan mendapatkan tanggapan positif dari orang lain dan tentu saja ini akan memperbesar rasa percaya diri Anda sendiri. Jadi mulai perhatikan sikap duduk dan berdiri untuk menunjukan Anda memiliki rasa percaya diri.

2. Bergaulah Dengan Orang-Orang Yang Memiliki Rasa Percaya Diri Dan Berpikiran Positif - Lingkungan membawa pengaruh besar pada seseorang. Jika Anda terus menerus berbaur dengan orang yang memiliki rasa rendah diri, pengeluh dan pesimis, seberapa besarpun percaya diri yang Anda miliki, perlahan tapi pasti akan pudar dan terseret mengikuti lingkungan Anda. Sebaliknya, jika Anda dikelilingi orang-orang yang penuh kebahagiaan dan percaya diri, makan akan tercipta pula atmosfir positif yang membawa keuntungan bagi diri Anda.

3. Ingat Kembali Saat Anda Merasa Percaya Diri - Percaya diri adalah sebuah perasaan, dan jika Anda pernah merasakannya sekali, tak mustahil untuk merasakannya lagi. Mengingat kembali pada saat dimana Anda merasa percaya diri dan terkontrol akan membuat Anda mengalami lagi perasaan itu dan membantu meletakan kerangka rasa percaya diri itu dalam pikiran.

4. Latihan - Kapanpun Anda ingin merasakan rasa percaya diri, kuncinya adalah latihan sesering mungkin. Bahkan Anda dapat membawanya dalam tidur. Dengan kemampuan yang terlatih, Anda tak akan kesulitan menampilkan rasa percaya diri kapanpun itu dibutuhkan.

5. Kenali Diri Sendiri - Pikirkan segala hal tentang apa yang Anda sukai berkenaan dengan diri sendiri dan segala yang Anda tahu dapat Anda lakukan dengan baik. Jika Anda kesulitan melakukan ini, ingat tentang pujian yang Anda peroleh dari orang-orang - Apa yang mereka katakan - Anda melakukannya dengan baik? Sebuah gagasan bagus untuk menuliskan semua ini, hingga Anda bisa melihatnya lagi untuk mengibarkan rasa percaya diri kapanpun Anda membutuhkan inspirasi.

6. Jangan Terlalu Keras Pada Diri Sendiri - Jangan terlalu mengkritik diri sendiri, jadilah sahabat terbaik bagi diri Anda. Namun, saat seorang teman sedang melalui masa sulit, Anda tak akan mau terlibat dalam masalahnya hingga menguras emosi Anda sendiri kan? Tentu saja Anda tak mau. Pebicaraan yang positif dapat berubah jadi senjata terbaik untuk menaikan rasa percaya diri, jadi pastikan Anda menanam kebiasaan ini, jangan biarkan permasalahan orang lain membuat Anda jadi terpuruk.

7. Jangan Takut Mengambil Resiko - Jika Anda seorang pengambil resiko, Anda pasti akan temukan kalau tindakan ini mampu membuahkan rasa percaya diri. Tak ada yang lebih bermanfaat dalam menumbuhkan rasa percaya diri layaknya mendorong diri sendiri keluar dari zona nyaman. Selain itu, tindakan ini juga berfungsi bagus untuk mengurangi rasa takut Anda akan ha-hal yang tak Anda ketahui, plus bisa dari pembangkit rasa percaya diri yang luar biasa.
Lebih dari segalanya, selalu ingatlah bahwa Anda memiliki bakat dan kemampuan. Pastikan Anda selalu melakukan yang terbaik untuk semua itu dan inilah yang akan jadi batu loncatan terbaik untuk membangun rasa percaya diri yang tak tergoyahkan. )

Sumber : KapanLagi.com

Percaya Diri dan Stress

0 comments




Ada seorang teman yang merasa seringkali bingung menempatkan diri dalam lingkungan yang baru. Dia mengatakan bahwa dirinya selalu canggung, malu dan tidak percaya diri. Bahkan di lingkungan (baca: komunitas) yang sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi dia, tetap saja teman saya merasa tidak nyaman.

Berbagai hal menjadi alasan seseorang merasa tidak nyaman di tempat baru. Salah satunya adalah ketidakpercayaan pada diri sendiri. Dia merasa bahwa komunitas yang sedang dia hadapi itu tidak sesuai dengan dirinya. Orang yang tidak percaya diri merasa bahwa dirinya terlalu rendah untuk bisa ikut bergabung dalam komunitas di tempat tersebut, sebaliknya orang yang over percaya diri merasa bahwa dia jauh di atas tingkat dari komunitas tersebut.

Banyak hal yang melatarbelakangi rasa percaya diri yaitu tingkat pendidikan, kekayan, umur dan jabatan. Segala usia pasti mengalami siklus ketidakpercayaan diri dengan kadar dan alasan berbeda. Semakin tua dan mapan, orang akan cenderung merasa percaya diri, sama halnya dengan seseorang yang merasa berkompeten dalam suatu komunitas. Mereka merasa bahwa dirinya mampu menghandle keadaan, situasi dan bahkan tingkat emosinya sendiri.

Kata kuncinya; tidak ada yang sempurna di dunia ini. Setiap hari seseorang selalu bikin salah lalu belajar. Lebih baik begitu, daripada tidak bikin salah dan tidak pernah belajar. Setiap hari bos kita, teman kita, orang tua kita marah pada kita. Kenapa? Karena menurut mereka kita bikin salah. Dan apa yang terjadi pada kita? Marah, sebal, kecewa dan tidak percaya diri. Lebih baik kita tahu kita salah, dimarahin dan belajar. Kalau kita dimarahin bukan karena kita salah, lebih baik kita yang selalu percaya diri bahwa kita memang tidak salah dan kita mesti membentengi diri kita dengan melawan mereka baik secara frontal (*plus bahasa bersusila) maupun membentengi diri dengan membiasakan perasaan yang tidak tersakiti dan tidak stres.

Mampu menghandle situasi, kondisi dan emosi diri sendiri adalah satu kunci rasa percaya diri. Dan rasa percaya diri adalah satu kunci kenyamanan kita dalam suatu komunitas/ lingkungan.


Sumber : http://globallyact.wordpress.com/2008/11/14/percaya-diri-dan-stress/

Tuesday, August 25, 2009

Pengemis sebuah kebutuhan atau budaya atau kemalasan

0 comments

Kehidupan ini untuk sebagian kalangan terutama rakyat miskin, tidaklah mudah. Banyak hal yang tidak bisa mereka rasakan dan enyam karena kemiskinan yang mereka hadapi, baik pendidikan, kesehatan dan sandang pangan.
mencari pekerjaan tidak semudah membalik telapak tangan, perlu ketrampilan, pengetahuan, ijazah dan kadang uang. Dengan kreatifitas dan kemauan untuk bangkit sebenarnya pekerjaan bisakita ciptakan sendiri tidak harus bergantung pada instansi ataupun perusahaan penerima lamaran kerja.
Tapi sayangnya akhir-akhir ini sering dan banyak sekali kita temui pengemis rumahan ataupun dipinggir jalan. Pengemis atau peminta-minta yang terkadang saya amati secara fisik masih bisa bekerja ataupun ataupun masih anak-anak yang seharusnya mereka fokus pada sekolah dan dunia bermain mereka.
Yang lebih memprihatinkanlagi terkadang uang hasil mengemis hanya untuk berfoya-foya, dan mabuk-mabukan. Duhhh.

Dilain sisi, kita lihat budaya negara-negara timur tengah, sebut saja mesir, dimesir ini kita temukan sebuah Yayasan Sosial (jam'iyah syar'iyah) dengan omset besar (500 cabang diseluruh mesir, 4000-6000 mesjid), dan bergerak menangani kebutuhan faqir miskin, anak yatim (260 ribu anak), para janda miskin, dari mulai rumah sakit (dengan prioritas pengobatan gagal ginjal yang menelan biaya perorang 6000 pound), mesjid, rumah bersalin, 'amil zakat yang semuanya itu dilakukan dengan koordinasi yang cerdas dan di samping itu juga kita temui di sebuah rumah sakit untuk terapy syarathon (kangker) dengan cuma-cuma yang dikatakan terbesar di timur tengah dibangun dengan infak, dalam penggalangan rumah sakit ini slogannya sangat sederhana : " bersedekahlah walau hanya satu pound".Subhanalloh.
Jadi infaq dan sedekah yang mereka keluarkan benar-benar yang untuk kemaslahatan masyarakat banyak, bukan segelintir orang yang suka menengadahkan tangannya dan malas mencari atau berkreasi supaya dapat menghidupi dirinya.Bagi orang-orang timur dan juga umat muslim sebenarnya pekerjaan mengemis adalah suatu yang hina.

Islam menganjurkan kita agar mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya. Firman-Nya:

“Apabila telah sholat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi, dan carilah karunia Allah” (QS. al-Jum’ah: 10)

Bekerja mencari nafkah bukan hanya pekerjaan menyarakat awam, akan tetapi para Nabi juga bekerja. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi melainkan dia menggembala kambing”, lalu ada sahabat berkata, “Apakah engkau juga ?”, beliau menjawab, “Iya, saya menggembala kambing dengan mendapatkan upah beberapa qiroth milik ahli Makkah” (HR. Bukhori 3/115)
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Nabi Zakariya adalah tukang kayu” (HR. Muslim 7/103)

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda:

“Nabi Dawud tidak makan melainkan dari hasil kerjanya sendiri” (HR. Bukhori 3/74)

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda:

“Sungguh salah seorang di antara kamu mencari kayu bakar diikat lalu diangkat di atas punggungnya lalu dijual, itu lebih baik daripada orang yang meminta-minta kepada orang lain, diberi atau ditolak”.

Orang yang mau bekerja, berarti dia menghormati dirinya dan agamanya.

Mengemis bagi sebagian orang menjadi pilihan karena tanpa perlu bekerja keras, tanpa perlu syarat pendidikan tertentu, dan tanpa menguras pikiran mereka telah dapat menghasilkan uang bagi mereka.


Hal ini perlu jadi renungan, apakah dengan mengeluarkan recehan akan menyelesaikan masalah?, dan juga bukan masalah ikhlas atau tidak ikhlas akan tetapi kita mencari jalan keluar yang cerdas,sementara islam telah menciptakan sistem takaful yang bagus dengan himbauan untuk infak (dalam islam kita kenal zakat, infak, shodaqoh).
Harus ada pembangkitan lagi wacana berpikir tentang jati diri atau mengembangkan rasa malu untuk tidak menjadi pengemis.

Jika generasi kita lebih memilih mengemis daripada menciptakan lapangan kerja, dan mencari ilmu, bagaimana nasib bangsa kita dimasa depan?

Renungkanlah kawan, peduli pada petunjuk agamamu, peduli pada citra diri bangsamu, peduli pada sekelilingmu. Wallahu'alam Bishawab.ini hanya sekedar pendapat.



Sumber : http://www.facebook.com/yosi.mujiarsi

Monday, August 24, 2009

Antara kepercayaan dan kebohongan

0 comments
Tidak asing lagi jika mendengarkan kata kata kebohongan dalam alam ini. Kebohongn adalah sesuatu tindakan yang dilakukan tanpa fakta sesungguhnya dengan kejadian sebenar. Kebohongan terjadi ada banyak hal. bisa karna keaadaan, sesuatu yang harus, atau sifat kebiasaan buruk yang telah mewarisi diri seseorang. Sifat kebohongan itu sangat sulit di perbaiki jika tidak dari diri sendiri. Ada sebagian orang menganggap bahwa kebohongan adalah prinsip yang tidak bisa di tawar tawar sehingga itu sangatlah berharga dalam hidup mereka. Ada juga sebagian orang selalu memahami kenapa kehohongan itu harus dilakukan karna sebab sebab tertentu juga. Tergantung kita ingin berpihak yang mana dan tergantung keadaan apa yang dihadapi. Efek samping dari kebohongan adalah hilangnya kepercayaan dalam diri. Jika dalam hidup kita sudah tidak di percaya lagi, apa guna kita masih mengharap untuk di dekati karna itu sia sia. Kepercayaan adalah harta yang tidak bisa di jual belikan. Karna itu sudah tertanam dalam diri. Menjaga kepercayaan sama juga menjaga harga diri, atau takutnya perasan akan terluka, karna jika sudah terluka....akan selalu membekas guratan yang tak akan bisa hilang seperti layak awalnya.

Sumber : someone without name

Aku ingin dekat dengan - Mu

0 comments

Awal Rhamadan ....awal aku untuk memulai dengan baru. Berharap pikiran , hati, masa depan, juga ingin mendekatkan diri kepada-Nya. aku selalu bertanya dengan hatiku sendiri " Apakah masih ada ruang agar dosa dosa kekhilafan ku di ampuni oleh-Nya. Begitu banyak iri dengki, kemunafikan, kesalaham yang telah ku perbuat. Apakah di bulan suci ini akan ada kesempatan untuk bersihkan diri ?. Aku manusia biasa yang tak jauh dari khilaf dan dosa. Ya Allah...masih ada kah kesempatan itu ? Ijinkan aku dekat dengan-Mu, berbicara dengan-Mu, dan meminta petunjuk-Mu, karna itu semua rhido Mu.

Aku seperti malu dengan Mu, seperti tidak pantas untuk mendekat-Mu. Begitu kotor diri ini dan tidak yakin dengan semua ini. Ya Allah berikan jawaban Mu dengan tindakan sesuatu, berikan petunjuk itu agar jalanku menuju arah Mu. Semoga bulan rahmat ini akan memberikan jawaban penuh dan kunci untuk membuka kebaikan rhido MU.


Sumber : Someone without name

Saturday, August 22, 2009

My consepsual

0 comments



Terdiam dan memikirkan.... apa ada jalan ke depan untuk ku ??

Friday, August 21, 2009

Kenapa Ramadhan Bulan Penuh Berkah?

0 comments
Ramadhan adalah bulan kebaikan dan barokah, Allah memberkahinya dengan banyak keutamaan sebagaimana dalam penjelasan berikut ini. Allah menurunkan kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi manusia, obat bagi kaum mukminin, membimbing kepada yang lebih lurus, menjelaskan jalan petunjuk. (Al-Qur'an) diturunkan pada malam Lailatul Qadar, suatu malam di bulan Ramadhan

Begitu pula halnya dengan bulan-bulan dalam setahun, Allah telah memilih Ramadhan sebagai bulan yang istimewa, yang namanya disebutkan dalam Al Qur-an. Firman Allah : "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." QS Al Baqoroh [2]:185. Jika Allah berkehendak, tentu ada suatu maksud tertentu dibalik kehendakNya itu. Allah mengutus Rasulullah dengan satu maksud, untuk menyampaikan risalah-Nya.

Begitu halnya dengan bulan Ramadhan, sebab Allah tidak akan mengatakan Ramadhan sebagai bulan istimewa jika tidak ada sesuatu dibalik itu. Baginda Rasulullah SAW, ketika berada di penghujung bulan Sya'ban, selalu mengatakan kepada sahabatnya : "Telah datang padamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka sambutlah kedatangannya. Telah datang bulan shiyam membawa segala keberkahan, maka alangkah mulianya tamu yang datang itu." (HR. Ath Thabrani) Dalam sabdanya yang lain : "Sesungguhnya telah datang padamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah memerintahkan berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu, dibukakan segala pintu Surga, dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu syetan-syetan. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa yang tidak diberikan kebajikan malam itu, berarti telah diharamkan baginya segala rupa kebajikan." (HR. An Nasai dan Al Baihaqi)

Jika kita menengok ke belakang, melihat sirah Rasulullah SAW kita akan melihat betapa banyaknya kejadian penting terjadi pada bulan Ramadhan, di antaranya :

1.. Bulan diturunkannya Al Qur-an. Firman Allah : "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)." (QS Al Baqarah [2]:185) Dalam tafsir Mafatihul Ghaib, berkenaan dengan ayat diatas, Ar Razi berkata : "Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan dengan jalan menurunkan Al Qur-an. Karenanya, Allah SWT mengkhususkannya dengan satu ibadah yang sangat besar nilainya, yakni puasa (shaum). Shaum adalah satu senjata yang mengungkapkan tabir-tabir yang menghalangi kita manusia memandang nur Ilahi yang Maha Quddus. Al Qur-an adalah suatu kitab yang tiada bandingannya, pemisah yang haq dan bathil, berlaku sepanjang masa, dan menjadi pengikat seluruh ummat Islam di seluruh dunia.

2.. Bulan diturunkannya kitab-kitab suci lainnya. Di bulan ini pula, Allah menurunkan kitab-kitabNya yang lain kepada para Rasul, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits: "Shuhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada 6 Ramadhan dan Injil diturunkan pada 13 Ramadhan sedangkan Al Qur-an diturunkan pada 24 Ramadhan." (HR. Ahmad) Itulah keberkahan bulan Ramadhan, bulan turunnya ayat-ayat Qouliyyah, minhajul hayah bagi keberadaan manusia di muka bumi, penunjuk jalan bagi orang-orang yang mau mensucikan dirinya.

3.. Bulan pilihan Allah bagi terjadinya perang Badr. Perang pertama yang dilakukan kaum Muslimin, dimana perang ini menjadi penentu kelangsungan perjuangan da'wah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama para sahabatnya. Perang Badr dinamakan Allah dengan sebutan "yaumul furqon" (hari pembeda antara yang haq dan bathil), sebagaimana firmanNya : "Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." QS Al Anfal [8]:41. Muhammad Qutb mengatakan dalam tafsirnya bahwa perang ini dari awal hingga akhirnya adalah rencana Allah SWT yang dilaksanakan dengan pimpinan dan bantuanNya. Dimana dalam jalannya pertempuran, Allah SWT memenangkan kaum Muslimin yang mempunyai personil dan persenjataan minim, ditambah kondisi fisik kaum Muslimin yang secara lahiriah lebih lemah karena sedang berpuasa, setelah menerima perintah yang baru beberapa saat diterimanya. Namun itu bukanlah hambatan untuk menang, karena kekuatan utama kaum Muslimin adalah kekuatan ruhiyyah mereka dengan keyakinan akan kebenaran janji Allah SWT. Peperangan ini membuahkan babakan baru dalam sistem gerakan Islam. Perang ini memperbaharui kondisi ummat Islam, setelah dengan sabar dan tabah menempuh tahapan-tahapan perjuangan da'wah. Lahir tatanan baru dalam kehidupan manusia, bagi penerapan hak-hak asasi serta sistem dan struktur baru bagi masyarakat dan negara.

4.. Bulan yang dipilih bagi terbukanya kota Mekkah. Peristiwa "fathul makkah" terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan, sekitar 10000 kaum Muslim mendatangi Makkah dari segala penjuru. Pada saat itulah terjadi fenomena kemenangan yang tidak ada bandingannya dalam sejarah manapun, dimana semua musuh, hingga para pemimpinnya menerima dan mengikuti agama lawan. Ini tidak terjadi melainkan dalam sejarah Islam. Kemenangan ini hakikatnya adalah kemenangan akidah, kalimat tauhid dan bukan kemenangan individual atau balas dendam.

5.. Bulan yang dipilih Allah untuk Lailatul Qadar. Dijelaskan dalam firman Allah SWT : "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS Al Qadr [97]:1-5)

Bulan yang dipilih untuk pelaksanaan puasa dan pemindahan qiblat. Firman Allah : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. " QS Al Baqarah [2] : 183. Bersamaan dengan turunnya ayat perintah berpuasa di bulan Ramadhan, pemindahan qiblat ummat Islam dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram inipun menjadi pembeda antara yang haq dan bathil, dimana pada saat sebelumnya orang Yahudi merasa lebih benar karena puasa mereka dan kiblat mereka diikuti kaum Muslimin. Namun dengan perintah itu, maka berbedalah kaum Muslimin dengan ahlul kitab. Berbeda pula kiblat Muslimin dengan mereka, serta puasa Muslimin dengan mereka. Kecongkakan merekapun berakhir dengan barokah bulan ini.

Sumber : http://kamilatunnuha.blogspot.com

10 Langkah Mengisi Ramadhan Bersama Anak

0 comments
Hudzaifah.org - Shaum (puasa) Ramadhan adalah salah satu pilar dari Rukun Islam. Maka mendidik anak untuk berpuasa Ramadhan menjadi kewajiban keislaman yang integral bagi para orang tua. Para sahabat Rasul telah mendidik putra-putri mereka yang masih kecil untuk berpuasa. Seperti yang dituturkan shahabiyah Rubayyi' binti Mu'awwiz tentang bagaimana cara mereka mendidik anak-anak mereka berpuasa Asyura (sebelum diwajibkan puasa Romadhon): "...dan kami melatih anak-anak kami yang masih kecil untuk berpuasa. Kami bawa mereka ke masjid dan kami buatkan mereka mainan dari bulu. Apabila diantara mereka ada yang merengek minta makan, maka kami bujuk dengan mainan itu terus hingga tiba waktu berbuka." (HR. Bukhari Muslim).

Dari riwayat diatas, kita dapat mengetahui bahwa para sahabat memberikan perhatian yang serius dalam melatih putra-putri mereka untuk membiasakan berpuasa. Lantas apa yang dapat kita lakukan saat ini untuk meneladani tradisi sahabat tadi? Ada 10 panduan yang perlu kita perhatikan :
1. Melakukan pengkondisian menyambut Ramadhan dengan memberi bekalan pemahaman yang memadai tentang keutamaan Ramadhan. Jika pengkondisian ini dilakukan berulang-ulang sejak sebelum Ramadhan tiba, sangat mungkin akan tumbuh niat yang kuat pada anak untuk berpuasa Ramadhan.

2. Menyambut Ramadhan dengan keriangan dan keceriaan. Rasulullah telah menasehati Abdullah bin Mas'ud untuk menyambut Ramadhan dengan wajah yang berseri tidak cemberut. Jika kita perluas keceriaan tadi, dapat juga dengan cara memberi dekorasi yang khas pada kondisi rumah, sehingga anak semakin menyadari akan keistimewaan Ramadhan dibandingkan bulan lainnya. Hal ini akan menstimulus mereka untuk berpuasa. Dibuat sedemikian rupa sehingga bulan Ramadhan adalah hari-hari yang paling indah untuk dikenang sang anak hingga mereka remaja dan dewasa. Ini tentu akan lebih mudah tercapai jika ada peran serta masyarakat umum dan pemerintah dengan menghidupkan syiar-syiar Ramadhan di jalan raya, perkantoran, pabrik, media masa dan lain-lain.

3. Menata jam tidur anak-anak sehingga akan mudah bergairah saat bangun sahur. Waktu sahur sebaiknya diakhirkan (kira-kira satu atau setengah jam menjelang salat subuh) sebagaimana anjuran Rasulullah. Hikmahnya antara lain agar setelah sahur tidak terlalu lama menunggu waktu subuh.

4. Tidak meletakkan makanan, minuman dan buah-buahan secara terbuka, sehingga akan menggoda mereka untuk segera membatalkan puasanya. Makanan diletakkan pada tempat yang jauh dari perhatian mereka. Hal ini juga sepatutnya diperhatikan oleh restoran dan penjaja makanan dipinggir jalan.

5. Terhadap anak yang baru berlatih puasa (belum kuat dan gampang terpengaruh), sebaiknya mereka dijauhkan bermain dari anak-anak yang malas berpuasa. Dan didekatkan dengan anak-anak lainanya yang juga tekun berlatih. Ini perlu dilakukan agar mereka memperoleh rasa kebersamaan, bukan keterasingan karena puasanya.

6. Melatih berpuasa dengan bertahap dan menjanjikan hadiah sebagai rangsangan. Misalnya di awali dengan izin berbuka sampai jam 10, lalu jam 12 dan seterusnya sampai akhirnya penuh sampai waktu berbuka. Hadiahnya disamping penghargaan dan pujian sebagai anak yang sabar, juga dapat diberikan hadian lain yang beraspek mendidik berupa alat-alat belajar.

7. Stimulus dengan pahala dan surga dari Allah. Jadi hadiah materi diatas tak menutupi stimulus ganjaran Allah. "Jika kamu berpuasa, maka kamu ikut membuka pintu pahala dari Allah bagi orangtuamu yang telah mendidikmu untuk berpuasa". Anak akan senang karena sekaligus dapat berbuat sesuatu kebaikan untuk orangtuanya.

8. Memberi alternatif pengisian waktu yang tepat dan positif. Baik dengan istirahat tidur di siang panas, maupun dengan alternatif permainan yang mendidik untuk melupakan mereka dengan rasa haus dan lapar yang menyengat. Sebagaimana yang telah dilakukan shahabiyah di masa Rasul. Saat ini sudah ada pesantren Ramadhan untuk anak-anak dan remaja, ini juga alternatif kegiatan yang menyenangkan bagi mereka. Atau orangtua dapat juga bersepakat dengan anak-anaknya untuk memasang target, bahwa seusai bulan Ramadhan kemampuan mereka mengaji Al Quran harus lancar dan lebih baik. Perhatian kepada Al Quran memang harus lebih besar di bulan Ramadhan, karena Al Quran diturunkan pertama kali pada bulan ini. Dapat pula orang tua membacakan kisah-kisah keteladanan Islami, atau mendengarkan kaset-kaset cerita Islami.
9. Mengajak anak-anak untuk meramaikan syiar Ramadhan, seperti sholat tarawih berjamaah di masjid, mengaji dan mengkaji Quran, menyimak ceramah-ceramah agama, menyuruh mereka mengantar makanan ke masjid untuk orang yang berbuka puasa, lebih menggemarkan berinfak, shadaqah dan lainnya.

10. Khusus untuk para orang tua, jika mereka menyepelekan pendidikan puasa Ramadhan bagi anak-anaknya, maka mereka harus siap bertanggung jawab kepada Allah kelak di akhirat, jika putra-putrinya kemudian melalaikan kewajiban puasa Ramadhan. Oleh karena itu mereka harus memanfaatkan semaksimal mungkin pembiasaan puasa Ramadhan bagi anak-anaknya sejak dini. Dengan perhatian yang intens dan cara-cara yang bijak, niscaya dapat menggugah kesadaran anak-anak untuk berpuasa. Kesadaran itu tentu akan merupakan tabungan ibadah bagi para orang tua yang telah mendidik mereka.

Jika hal-hal di atas kita lakukan, maka Insya Allah keberkahan Romadhon akan turun ke setiap keluarga muslim.


sumber : http://kamilatunnuha.blogspot.com

Thursday, August 13, 2009

PUISI KEMERDEKAAN

0 comments
INDONESIAKU !!
BERDIRI, BERKIBAR, BERTAHANLAH
Karya arie (www.blogcatalog.com)

Dalam diam aku menangis
Dalam sepi aku bersembunyi

Tak mampu
Sungguh aku tak bisa

Melihat darah mengalir
Mendengar tangis menggema

Ya… itulah kejadian dulu
Dulu ketika bambu runcing
Dan Parang di tangan yang kecil
Mengayun mengusir mereka

Tapi kini
Teman teman ku
Sahabat sahabat ku
Yang hancurkan bumi pertiwi ini

Mereka pikir mereka benar !
Satu tarikan pemicu
Yang menyebabkan ribuan nyawa terkapar !

Sungguh….
Andai sang pejuang terlahir kembali
Mungkin mereka akan berkata

“ Aku tak ingin Indonesia merdeka
Biarkan aku mati
Asal mereka tak terlahir nanti”

Wednesday, August 12, 2009

PERCAYA maka kita " BISA "

0 comments

Tips tips agar diri kita tetap percaya dengan apa yang sudah di tentukan :

1. Percaya bahwa kita dapat berhasil, maka kita pun akan benar-benar berhasil.

2. Keberhasilan seseorang ditentukan oleh besarnya cara berpikir seseorang.

3. Kita tidak dapat memindahkan gunung hanya dengan “mengangankannya”, perlu

kepercayaan yang kuat.

4. Cara terbaik untuk memperoleh keberhasilan adalah dengan percaya bahwa kita dapat

berhasil.

5. Kesangsian berjalan bersama-sama dengan kegagalan.

6. Kesangsian adalah kekuatan negatif. Ketika pikiran tidak percaya atau ragu, pikiran

tersebut menarik “dalih” untuk menyokong ketidakpercayaan itu.

7. Keraguan, ketidakpercayaan, keinginan bawah sadar untuk gagal, perasaan tidak

benar-benar ingin berhasil, bertanggung jawab atas sebagian besar kegagalan.

8. Berpikir ragu maka kita gagal. Berpikir menang maka kita berhasil.

9. Kepercayaan diri berhubungan dengan rasa berharga dalam diri manusia.

10.Setiap orang adalah produk dari pikirannya. Percayalah akan hal-hal yang besar.

Luncurkan serangan sukses dengan kepercayaan jujur dan tulus bahwa kita dapat

berhasil. Percayalah akan kebesaran dan tumbuhlah dalam kebesaran.

11.Langkah pertama (dasar) menuju keberhasilan adalah percayalah kepada diri sendiri,

percayalah bahwa kita dapat berhasil.

Ada 3 pedoman untuk mendapatkan dan mengokohkan kekuatan kepercayaan :

1. Berpikir sukses, jangan berpikir gagal.

2. Ingatkan diri kita secara teratur bahwa kita lebih baik dari yang kita kira.Orang sukses

hanyalah orang biasa yang telah mengembangkan kepercayaan kepada diri sendiri dan

apa yang mereka kerjakan. Jangan pernah mengakui keraguan kita atau mengesankan

kepada orang lain bahwa kita bukan orang kelas satu.

3. Percaya bahwa besar kecilnya keberhasilan kita ditentukan oleh besar kecilnya

kepercayaan.



Note : Semoga tips ini bisa bermanfaat untuk yang sedang membutuhkan atau kita semua yang membaca.

Tuesday, August 11, 2009

SEBUAH KISAH TENTANG DULU (cerpen kisah nyata)

0 comments
" Matanya tiba tiba berbinar dan mengeluarkan cairan yang menetes tanpa ia sadari, setelah beberapa detik ketika ia melihat satu pandangan yang begitu keras saat dulu "

Pandangan itu tidak bisa dia lupakan dan semakin dekat dengan kejadian sebenarnya. Setiap ia menginjakkan kakinya ke tanah itu, memori itu berdarah kembali,.. ada apa sebenarnya ?
Ia berusaha tenang dan menerima kenyataan saat dulu.... ia sadar bahwa ia tidak di dalam kenangan itu lagi. Sambil menenangkan hati agar debaran debaran ini menghilang, ia pun cepat mengucapkan kalimah meminta perlindungan pada yang Maha Kuasa. Astagfirullahhal'azim...berkali kali ia ucapkan sampai akhirnya ia bisa berpikiran jernih.

Di dalam hatinya : " Ya Allah aku minta padamu bunga yang indah tapi Engkau beri kaktus berduri, aku minta binatang yang mungil namun Engkau beri ulat berbulu...Ya Allah kenapa Engkau beri padaku sesuatu yang lain dari yang ku pinta ? Bencikah Engkau padaku ??
ASTAGFIRULLAHHAL'AZIM....beberapa waktu kemudian aku tersentak, SUBHANALLAH...ternyata kaktus yang Engkau berikan berbunga sangat indah dan ulat bulu pun berubah menjadi kupu kupu mungil. Sesungguhnya Engkau berikan itu semua tepat pada waktunya".

Ia tersenyum kembali dan memuji syukur nikmat yang di berikan selama ini. Sambil memandang sekali lagi pandangan yang menyakitkan itu.
Dulu saat ia beranjak di kelas III SD, di tempat ia di lahirkan, ia sangat kebingungan dengan situasi dan kondisi yang ia alami. Ia selalu merasa sendiri tanpa teman dan dukungan keluarga. Sifat periang anak seusianya berubah menjadi pendiam dan penyendiri, sifat keterbukaannya berubah menjadi pemberontak yang bisa di lihatkan lewat perilakunya.

Dulu ia suka menyalahkan Penguasa Bumi ini atas apa yang ia alami. Ketidakadilan dan kecurangan hidup terus menyiksa bhatinnya. Sampai akhirnya ia harus tumbuh dengan kedewasaan yang belum waktunya. Keberhasilan itu harus ada di setiap langkahnya bukan keadaan tadi, ia berusaha bangkit, selalu ingin tegar dengan membekali ambisi dan keyakinan hati. Menurutnya " ternyata yang membuat kedewasaan itu tumbuh bukan karena umur tetapi keadaan seseorang, yang mengharuskan seseorang itu lebih belajar dari pengalaman hidup apa saja yang pernah ia alami.

Sifat keras itu di bawa ke mana pun ia pergi, sampai akhirnya ia merasa tidak butuh perlindungan dan perhatian orang lain. Tanpa kedua orang tuanya di sisi ia jalani hidup keras ini sampai ia menemukan apa yang di cari dan menemukan jawaban yang selalu ada di benaknya dari dulu. Kini ia sudah memiliki keluarga yang utuh, yang bisa melengkapi sesuatu yang hilang tadi. Dan berharap anak cucunya kelak tidak mengalami keadaan seperti dia.

Berbagai macam pengalaman hidup di jadikan guru dan bekal untuk terus melangkah. Ada yang seharusnya...yah memang seharusnya, ada juga yang aneh tapi kenyataan, ada yang tak mungkin tapi tetap di jalani. Hidup ini adalah pelajaran untuk menambah ilmu dan pengalaman. lebih baik mencoba dari pada tidak sama sekali. Tak bisa di hitung berapa banyak kejadian, tragedi, pengalaman juga sesuatu yang baru...akan tetap ia jalani dan nikmati apa yang diberi oleh-Nya.

Tiba tiba perasaan gundah tadi hilang lenyap dari pandangan yang menyakitkan dulu. Ia harus terus melangkah dan menjalani yang telah ada sekarang. Berusaha ikhlas dengan apa yang di berikan Allah, karna mungkin itu yang terbaik untuk dia. Kenangan lama yang buruk ia lupakan, kenangan yang baik ia simpan rapi rapi di dalam hati kecilnya...agar ia bisa menikmati lebih bersyukur dengan apa yang di miliki sekarang.

Sekarang jangankan untuk menyendiri atau berdiam diri, ia sangat periang selalu ingin menghibur teman atau siapa saja yang dikenalnya, walau di dalam hatinya belum tentu selucu candanya. Menurutnya jika orang lain bisa bahagia tertawa ia merasa dibutuhkan dari orang tersebut. Ia juga sering bertanya di dalam hati " apakah didalam ketawa ada tangisan ? pertanyaan yang tak bisa di jawab juga sulit di pahami.

Kini ia pergi meninggalkan pandangan itu, dari perasaan sakit menjadi senyuman keikhlasan. Yang ada di benaknya ingin cepat pulang berkumpul dengan keluarga yang di cintainya dan bertemu dengan teman teman yang ia sayangi.


Note : Semoga cerpen ini menjadikan kita lebih dewasa, matang dalam berpikir dan berhati hati memulai sesuatu yang baru.

nara sumber : Someone without name




Thursday, August 06, 2009

Asa ku

0 comments


Hening menerawangi pikiran...
lengang hati tiada yang tau,
Ingin ku terjun membawa rasa
Tapi tak tau ke arah yang mana...

Langkah tetap ke depan...tetap tiada arah di nanti
Terus dan terus melangkah
Setapak demi setapak aku pahami semua ini
Bahwa hidup tak selalu indah..

Lalu terus melaju..sampai lelah pun tak ku sadari
keringat ini membasahi dan jantung tak berarah detaknya
Kupandangi Langit yang tersenyum pada ku
memberikan isyarat bahwa aku harus tau
Hidup ini tetap di jalani seperti air mengalir..

Kini aku berhenti dan sangat letih..
sambil memandangi diri di depan ku
Sambil terengah engah nafasku
Aku ngerti bahwa aku sangat tidak sempurna

Tak kusadari ternyata asa yang berlalu pergi
Dari hati yang begitu dalam
Meninggalkan ku dengan kebingungan..
Apa yang ku kejar tak mudah ku dapatkan..

Asa...kembalilah...aku masih membutuhkan mu
Lebih dari apa yang kau pikirkan...
Kau lah semangat ini...
Apa jadinya aku jika kau meninggalkan ku !

Sejenak..... aku terseyum lagi...
Ternyata Asa itu kembali
Mengikuti langkah langkah yang terhenti tadi
Mengikuti apa yang ada di hati...

Asa.. aku janji ...tak akan patah arang untuk mendapatkan mu
Setiap langkah, ku iringi dengan semangat mu
Agar aku bisa lebih tegar melangkah ke depan....



Note : Yang membuat orang bertahan hidup jika ia mempunyai Asa... , tak bisa memindahkan gunung dengan kedua telapak tangan tapi haruslah dengan keyakinan. Asa dan keyakinan pasti semua akan tercapai...