Thursday, August 27, 2009
MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI
1. Perhatikan Postur Tubuh - Mungkin kedengarannya ini tak memiliki hubungan dengan rasa percaya diri yang kita bicarakan ini, tetapi sebenarnya bagaimana sikap duduk atau berdiri Anda, mengirimkan pesan tertentu pada orang-orang yang ada di sekekliling Anda. Jika pesan tersebut memancarkan rasa percaya diri, Anda akan mendapatkan tanggapan positif dari orang lain dan tentu saja ini akan memperbesar rasa percaya diri Anda sendiri. Jadi mulai perhatikan sikap duduk dan berdiri untuk menunjukan Anda memiliki rasa percaya diri.
2. Bergaulah Dengan Orang-Orang Yang Memiliki Rasa Percaya Diri Dan Berpikiran Positif - Lingkungan membawa pengaruh besar pada seseorang. Jika Anda terus menerus berbaur dengan orang yang memiliki rasa rendah diri, pengeluh dan pesimis, seberapa besarpun percaya diri yang Anda miliki, perlahan tapi pasti akan pudar dan terseret mengikuti lingkungan Anda. Sebaliknya, jika Anda dikelilingi orang-orang yang penuh kebahagiaan dan percaya diri, makan akan tercipta pula atmosfir positif yang membawa keuntungan bagi diri Anda.
3. Ingat Kembali Saat Anda Merasa Percaya Diri - Percaya diri adalah sebuah perasaan, dan jika Anda pernah merasakannya sekali, tak mustahil untuk merasakannya lagi. Mengingat kembali pada saat dimana Anda merasa percaya diri dan terkontrol akan membuat Anda mengalami lagi perasaan itu dan membantu meletakan kerangka rasa percaya diri itu dalam pikiran.
4. Latihan - Kapanpun Anda ingin merasakan rasa percaya diri, kuncinya adalah latihan sesering mungkin. Bahkan Anda dapat membawanya dalam tidur. Dengan kemampuan yang terlatih, Anda tak akan kesulitan menampilkan rasa percaya diri kapanpun itu dibutuhkan.
5. Kenali Diri Sendiri - Pikirkan segala hal tentang apa yang Anda sukai berkenaan dengan diri sendiri dan segala yang Anda tahu dapat Anda lakukan dengan baik. Jika Anda kesulitan melakukan ini, ingat tentang pujian yang Anda peroleh dari orang-orang - Apa yang mereka katakan - Anda melakukannya dengan baik? Sebuah gagasan bagus untuk menuliskan semua ini, hingga Anda bisa melihatnya lagi untuk mengibarkan rasa percaya diri kapanpun Anda membutuhkan inspirasi.
6. Jangan Terlalu Keras Pada Diri Sendiri - Jangan terlalu mengkritik diri sendiri, jadilah sahabat terbaik bagi diri Anda. Namun, saat seorang teman sedang melalui masa sulit, Anda tak akan mau terlibat dalam masalahnya hingga menguras emosi Anda sendiri kan? Tentu saja Anda tak mau. Pebicaraan yang positif dapat berubah jadi senjata terbaik untuk menaikan rasa percaya diri, jadi pastikan Anda menanam kebiasaan ini, jangan biarkan permasalahan orang lain membuat Anda jadi terpuruk.
7. Jangan Takut Mengambil Resiko - Jika Anda seorang pengambil resiko, Anda pasti akan temukan kalau tindakan ini mampu membuahkan rasa percaya diri. Tak ada yang lebih bermanfaat dalam menumbuhkan rasa percaya diri layaknya mendorong diri sendiri keluar dari zona nyaman. Selain itu, tindakan ini juga berfungsi bagus untuk mengurangi rasa takut Anda akan ha-hal yang tak Anda ketahui, plus bisa dari pembangkit rasa percaya diri yang luar biasa.
Lebih dari segalanya, selalu ingatlah bahwa Anda memiliki bakat dan kemampuan. Pastikan Anda selalu melakukan yang terbaik untuk semua itu dan inilah yang akan jadi batu loncatan terbaik untuk membangun rasa percaya diri yang tak tergoyahkan. )
Sumber : KapanLagi.com
Percaya Diri dan Stress

Ada seorang teman yang merasa seringkali bingung menempatkan diri dalam lingkungan yang baru. Dia mengatakan bahwa dirinya selalu canggung, malu dan tidak percaya diri. Bahkan di lingkungan (baca: komunitas) yang sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi dia, tetap saja teman saya merasa tidak nyaman.
Berbagai hal menjadi alasan seseorang merasa tidak nyaman di tempat baru. Salah satunya adalah ketidakpercayaan pada diri sendiri. Dia merasa bahwa komunitas yang sedang dia hadapi itu tidak sesuai dengan dirinya. Orang yang tidak percaya diri merasa bahwa dirinya terlalu rendah untuk bisa ikut bergabung dalam komunitas di tempat tersebut, sebaliknya orang yang over percaya diri merasa bahwa dia jauh di atas tingkat dari komunitas tersebut.
Banyak hal yang melatarbelakangi rasa percaya diri yaitu tingkat pendidikan, kekayan, umur dan jabatan. Segala usia pasti mengalami siklus ketidakpercayaan diri dengan kadar dan alasan berbeda. Semakin tua dan mapan, orang akan cenderung merasa percaya diri, sama halnya dengan seseorang yang merasa berkompeten dalam suatu komunitas. Mereka merasa bahwa dirinya mampu menghandle keadaan, situasi dan bahkan tingkat emosinya sendiri.
Kata kuncinya; tidak ada yang sempurna di dunia ini. Setiap hari seseorang selalu bikin salah lalu belajar. Lebih baik begitu, daripada tidak bikin salah dan tidak pernah belajar. Setiap hari bos kita, teman kita, orang tua kita marah pada kita. Kenapa? Karena menurut mereka kita bikin salah. Dan apa yang terjadi pada kita? Marah, sebal, kecewa dan tidak percaya diri. Lebih baik kita tahu kita salah, dimarahin dan belajar. Kalau kita dimarahin bukan karena kita salah, lebih baik kita yang selalu percaya diri bahwa kita memang tidak salah dan kita mesti membentengi diri kita dengan melawan mereka baik secara frontal (*plus bahasa bersusila) maupun membentengi diri dengan membiasakan perasaan yang tidak tersakiti dan tidak stres.
Mampu menghandle situasi, kondisi dan emosi diri sendiri adalah satu kunci rasa percaya diri. Dan rasa percaya diri adalah satu kunci kenyamanan kita dalam suatu komunitas/ lingkungan.
Sumber : http://globallyact.wordpress.com/2008/11/14/percaya-diri-dan-stress/
Tuesday, August 25, 2009
Pengemis sebuah kebutuhan atau budaya atau kemalasan

Kehidupan ini untuk sebagian kalangan terutama rakyat miskin, tidaklah mudah. Banyak hal yang tidak bisa mereka rasakan dan enyam karena kemiskinan yang mereka hadapi, baik pendidikan, kesehatan dan sandang pangan.
mencari pekerjaan tidak semudah membalik telapak tangan, perlu ketrampilan, pengetahuan, ijazah dan kadang uang. Dengan kreatifitas dan kemauan untuk bangkit sebenarnya pekerjaan bisakita ciptakan sendiri tidak harus bergantung pada instansi ataupun perusahaan penerima lamaran kerja.
Tapi sayangnya akhir-akhir ini sering dan banyak sekali kita temui pengemis rumahan ataupun dipinggir jalan. Pengemis atau peminta-minta yang terkadang saya amati secara fisik masih bisa bekerja ataupun ataupun masih anak-anak yang seharusnya mereka fokus pada sekolah dan dunia bermain mereka.
Yang lebih memprihatinkanlagi terkadang uang hasil mengemis hanya untuk berfoya-foya, dan mabuk-mabukan. Duhhh.
Dilain sisi, kita lihat budaya negara-negara timur tengah, sebut saja mesir, dimesir ini kita temukan sebuah Yayasan Sosial (jam'iyah syar'iyah) dengan omset besar (500 cabang diseluruh mesir, 4000-6000 mesjid), dan bergerak menangani kebutuhan faqir miskin, anak yatim (260 ribu anak), para janda miskin, dari mulai rumah sakit (dengan prioritas pengobatan gagal ginjal yang menelan biaya perorang 6000 pound), mesjid, rumah bersalin, 'amil zakat yang semuanya itu dilakukan dengan koordinasi yang cerdas dan di samping itu juga kita temui di sebuah rumah sakit untuk terapy syarathon (kangker) dengan cuma-cuma yang dikatakan terbesar di timur tengah dibangun dengan infak, dalam penggalangan rumah sakit ini slogannya sangat sederhana : " bersedekahlah walau hanya satu pound".Subhanalloh.
Jadi infaq dan sedekah yang mereka keluarkan benar-benar yang untuk kemaslahatan masyarakat banyak, bukan segelintir orang yang suka menengadahkan tangannya dan malas mencari atau berkreasi supaya dapat menghidupi dirinya.Bagi orang-orang timur dan juga umat muslim sebenarnya pekerjaan mengemis adalah suatu yang hina.
Islam menganjurkan kita agar mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya. Firman-Nya:
“Apabila telah sholat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi, dan carilah karunia Allah” (QS. al-Jum’ah: 10)
Bekerja mencari nafkah bukan hanya pekerjaan menyarakat awam, akan tetapi para Nabi juga bekerja. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi melainkan dia menggembala kambing”, lalu ada sahabat berkata, “Apakah engkau juga ?”, beliau menjawab, “Iya, saya menggembala kambing dengan mendapatkan upah beberapa qiroth milik ahli Makkah” (HR. Bukhori 3/115)
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Nabi Zakariya adalah tukang kayu” (HR. Muslim 7/103)
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda:
“Nabi Dawud tidak makan melainkan dari hasil kerjanya sendiri” (HR. Bukhori 3/74)
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda:
“Sungguh salah seorang di antara kamu mencari kayu bakar diikat lalu diangkat di atas punggungnya lalu dijual, itu lebih baik daripada orang yang meminta-minta kepada orang lain, diberi atau ditolak”.
Orang yang mau bekerja, berarti dia menghormati dirinya dan agamanya.
Mengemis bagi sebagian orang menjadi pilihan karena tanpa perlu bekerja keras, tanpa perlu syarat pendidikan tertentu, dan tanpa menguras pikiran mereka telah dapat menghasilkan uang bagi mereka.
Hal ini perlu jadi renungan, apakah dengan mengeluarkan recehan akan menyelesaikan masalah?, dan juga bukan masalah ikhlas atau tidak ikhlas akan tetapi kita mencari jalan keluar yang cerdas,sementara islam telah menciptakan sistem takaful yang bagus dengan himbauan untuk infak (dalam islam kita kenal zakat, infak, shodaqoh).
Harus ada pembangkitan lagi wacana berpikir tentang jati diri atau mengembangkan rasa malu untuk tidak menjadi pengemis.
Jika generasi kita lebih memilih mengemis daripada menciptakan lapangan kerja, dan mencari ilmu, bagaimana nasib bangsa kita dimasa depan?
Renungkanlah kawan, peduli pada petunjuk agamamu, peduli pada citra diri bangsamu, peduli pada sekelilingmu. Wallahu'alam Bishawab.ini hanya sekedar pendapat.
Sumber : http://www.facebook.com/yosi.mujiarsi
Monday, August 24, 2009
Antara kepercayaan dan kebohongan
Sumber : someone without name
Aku ingin dekat dengan - Mu
Awal Rhamadan ....awal aku untuk memulai dengan baru. Berharap pikiran , hati, masa depan, juga ingin mendekatkan diri kepada-Nya. aku selalu bertanya dengan hatiku sendiri " Apakah masih ada ruang agar dosa dosa kekhilafan ku di ampuni oleh-Nya. Begitu banyak iri dengki, kemunafikan, kesalaham yang telah ku perbuat. Apakah di bulan suci ini akan ada kesempatan untuk bersihkan diri ?. Aku manusia biasa yang tak jauh dari khilaf dan dosa. Ya Allah...masih ada kah kesempatan itu ? Ijinkan aku dekat dengan-Mu, berbicara dengan-Mu, dan meminta petunjuk-Mu, karna itu semua rhido Mu.
Aku seperti malu dengan Mu, seperti tidak pantas untuk mendekat-Mu. Begitu kotor diri ini dan tidak yakin dengan semua ini. Ya Allah berikan jawaban Mu dengan tindakan sesuatu, berikan petunjuk itu agar jalanku menuju arah Mu. Semoga bulan rahmat ini akan memberikan jawaban penuh dan kunci untuk membuka kebaikan rhido MU.
Sumber : Someone without name
Saturday, August 22, 2009
Friday, August 21, 2009
Kenapa Ramadhan Bulan Penuh Berkah?
Begitu pula halnya dengan bulan-bulan dalam setahun, Allah telah memilih Ramadhan sebagai bulan yang istimewa, yang namanya disebutkan dalam Al Qur-an. Firman Allah : "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." QS Al Baqoroh [2]:185. Jika Allah berkehendak, tentu ada suatu maksud tertentu dibalik kehendakNya itu. Allah mengutus Rasulullah dengan satu maksud, untuk menyampaikan risalah-Nya.
Begitu halnya dengan bulan Ramadhan, sebab Allah tidak akan mengatakan Ramadhan sebagai bulan istimewa jika tidak ada sesuatu dibalik itu. Baginda Rasulullah SAW, ketika berada di penghujung bulan Sya'ban, selalu mengatakan kepada sahabatnya : "Telah datang padamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka sambutlah kedatangannya. Telah datang bulan shiyam membawa segala keberkahan, maka alangkah mulianya tamu yang datang itu." (HR. Ath Thabrani) Dalam sabdanya yang lain : "Sesungguhnya telah datang padamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah memerintahkan berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu, dibukakan segala pintu Surga, dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu syetan-syetan. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa yang tidak diberikan kebajikan malam itu, berarti telah diharamkan baginya segala rupa kebajikan." (HR. An Nasai dan Al Baihaqi)
Jika kita menengok ke belakang, melihat sirah Rasulullah SAW kita akan melihat betapa banyaknya kejadian penting terjadi pada bulan Ramadhan, di antaranya :
1.. Bulan diturunkannya Al Qur-an. Firman Allah : "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)." (QS Al Baqarah [2]:185) Dalam tafsir Mafatihul Ghaib, berkenaan dengan ayat diatas, Ar Razi berkata : "Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan dengan jalan menurunkan Al Qur-an. Karenanya, Allah SWT mengkhususkannya dengan satu ibadah yang sangat besar nilainya, yakni puasa (shaum). Shaum adalah satu senjata yang mengungkapkan tabir-tabir yang menghalangi kita manusia memandang nur Ilahi yang Maha Quddus. Al Qur-an adalah suatu kitab yang tiada bandingannya, pemisah yang haq dan bathil, berlaku sepanjang masa, dan menjadi pengikat seluruh ummat Islam di seluruh dunia.
2.. Bulan diturunkannya kitab-kitab suci lainnya. Di bulan ini pula, Allah menurunkan kitab-kitabNya yang lain kepada para Rasul, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits: "Shuhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada 6 Ramadhan dan Injil diturunkan pada 13 Ramadhan sedangkan Al Qur-an diturunkan pada 24 Ramadhan." (HR. Ahmad) Itulah keberkahan bulan Ramadhan, bulan turunnya ayat-ayat Qouliyyah, minhajul hayah bagi keberadaan manusia di muka bumi, penunjuk jalan bagi orang-orang yang mau mensucikan dirinya.
3.. Bulan pilihan Allah bagi terjadinya perang Badr. Perang pertama yang dilakukan kaum Muslimin, dimana perang ini menjadi penentu kelangsungan perjuangan da'wah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama para sahabatnya. Perang Badr dinamakan Allah dengan sebutan "yaumul furqon" (hari pembeda antara yang haq dan bathil), sebagaimana firmanNya : "Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." QS Al Anfal [8]:41. Muhammad Qutb mengatakan dalam tafsirnya bahwa perang ini dari awal hingga akhirnya adalah rencana Allah SWT yang dilaksanakan dengan pimpinan dan bantuanNya. Dimana dalam jalannya pertempuran, Allah SWT memenangkan kaum Muslimin yang mempunyai personil dan persenjataan minim, ditambah kondisi fisik kaum Muslimin yang secara lahiriah lebih lemah karena sedang berpuasa, setelah menerima perintah yang baru beberapa saat diterimanya. Namun itu bukanlah hambatan untuk menang, karena kekuatan utama kaum Muslimin adalah kekuatan ruhiyyah mereka dengan keyakinan akan kebenaran janji Allah SWT. Peperangan ini membuahkan babakan baru dalam sistem gerakan Islam. Perang ini memperbaharui kondisi ummat Islam, setelah dengan sabar dan tabah menempuh tahapan-tahapan perjuangan da'wah. Lahir tatanan baru dalam kehidupan manusia, bagi penerapan hak-hak asasi serta sistem dan struktur baru bagi masyarakat dan negara.
4.. Bulan yang dipilih bagi terbukanya kota Mekkah. Peristiwa "fathul makkah" terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan, sekitar 10000 kaum Muslim mendatangi Makkah dari segala penjuru. Pada saat itulah terjadi fenomena kemenangan yang tidak ada bandingannya dalam sejarah manapun, dimana semua musuh, hingga para pemimpinnya menerima dan mengikuti agama lawan. Ini tidak terjadi melainkan dalam sejarah Islam. Kemenangan ini hakikatnya adalah kemenangan akidah, kalimat tauhid dan bukan kemenangan individual atau balas dendam.
5.. Bulan yang dipilih Allah untuk Lailatul Qadar. Dijelaskan dalam firman Allah SWT : "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS Al Qadr [97]:1-5)
Bulan yang dipilih untuk pelaksanaan puasa dan pemindahan qiblat. Firman Allah : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. " QS Al Baqarah [2] : 183. Bersamaan dengan turunnya ayat perintah berpuasa di bulan Ramadhan, pemindahan qiblat ummat Islam dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram inipun menjadi pembeda antara yang haq dan bathil, dimana pada saat sebelumnya orang Yahudi merasa lebih benar karena puasa mereka dan kiblat mereka diikuti kaum Muslimin. Namun dengan perintah itu, maka berbedalah kaum Muslimin dengan ahlul kitab. Berbeda pula kiblat Muslimin dengan mereka, serta puasa Muslimin dengan mereka. Kecongkakan merekapun berakhir dengan barokah bulan ini.
Sumber : http://kamilatunnuha.blogspot.com
10 Langkah Mengisi Ramadhan Bersama Anak
Dari riwayat diatas, kita dapat mengetahui bahwa para sahabat memberikan perhatian yang serius dalam melatih putra-putri mereka untuk membiasakan berpuasa. Lantas apa yang dapat kita lakukan saat ini untuk meneladani tradisi sahabat tadi? Ada 10 panduan yang perlu kita perhatikan :
1. Melakukan pengkondisian menyambut Ramadhan dengan memberi bekalan pemahaman yang memadai tentang keutamaan Ramadhan. Jika pengkondisian ini dilakukan berulang-ulang sejak sebelum Ramadhan tiba, sangat mungkin akan tumbuh niat yang kuat pada anak untuk berpuasa Ramadhan.
2. Menyambut Ramadhan dengan keriangan dan keceriaan. Rasulullah telah menasehati Abdullah bin Mas'ud untuk menyambut Ramadhan dengan wajah yang berseri tidak cemberut. Jika kita perluas keceriaan tadi, dapat juga dengan cara memberi dekorasi yang khas pada kondisi rumah, sehingga anak semakin menyadari akan keistimewaan Ramadhan dibandingkan bulan lainnya. Hal ini akan menstimulus mereka untuk berpuasa. Dibuat sedemikian rupa sehingga bulan Ramadhan adalah hari-hari yang paling indah untuk dikenang sang anak hingga mereka remaja dan dewasa. Ini tentu akan lebih mudah tercapai jika ada peran serta masyarakat umum dan pemerintah dengan menghidupkan syiar-syiar Ramadhan di jalan raya, perkantoran, pabrik, media masa dan lain-lain.
3. Menata jam tidur anak-anak sehingga akan mudah bergairah saat bangun sahur. Waktu sahur sebaiknya diakhirkan (kira-kira satu atau setengah jam menjelang salat subuh) sebagaimana anjuran Rasulullah. Hikmahnya antara lain agar setelah sahur tidak terlalu lama menunggu waktu subuh.
4. Tidak meletakkan makanan, minuman dan buah-buahan secara terbuka, sehingga akan menggoda mereka untuk segera membatalkan puasanya. Makanan diletakkan pada tempat yang jauh dari perhatian mereka. Hal ini juga sepatutnya diperhatikan oleh restoran dan penjaja makanan dipinggir jalan.
5. Terhadap anak yang baru berlatih puasa (belum kuat dan gampang terpengaruh), sebaiknya mereka dijauhkan bermain dari anak-anak yang malas berpuasa. Dan didekatkan dengan anak-anak lainanya yang juga tekun berlatih. Ini perlu dilakukan agar mereka memperoleh rasa kebersamaan, bukan keterasingan karena puasanya.
6. Melatih berpuasa dengan bertahap dan menjanjikan hadiah sebagai rangsangan. Misalnya di awali dengan izin berbuka sampai jam 10, lalu jam 12 dan seterusnya sampai akhirnya penuh sampai waktu berbuka. Hadiahnya disamping penghargaan dan pujian sebagai anak yang sabar, juga dapat diberikan hadian lain yang beraspek mendidik berupa alat-alat belajar.
7. Stimulus dengan pahala dan surga dari Allah. Jadi hadiah materi diatas tak menutupi stimulus ganjaran Allah. "Jika kamu berpuasa, maka kamu ikut membuka pintu pahala dari Allah bagi orangtuamu yang telah mendidikmu untuk berpuasa". Anak akan senang karena sekaligus dapat berbuat sesuatu kebaikan untuk orangtuanya.
8. Memberi alternatif pengisian waktu yang tepat dan positif. Baik dengan istirahat tidur di siang panas, maupun dengan alternatif permainan yang mendidik untuk melupakan mereka dengan rasa haus dan lapar yang menyengat. Sebagaimana yang telah dilakukan shahabiyah di masa Rasul. Saat ini sudah ada pesantren Ramadhan untuk anak-anak dan remaja, ini juga alternatif kegiatan yang menyenangkan bagi mereka. Atau orangtua dapat juga bersepakat dengan anak-anaknya untuk memasang target, bahwa seusai bulan Ramadhan kemampuan mereka mengaji Al Quran harus lancar dan lebih baik. Perhatian kepada Al Quran memang harus lebih besar di bulan Ramadhan, karena Al Quran diturunkan pertama kali pada bulan ini. Dapat pula orang tua membacakan kisah-kisah keteladanan Islami, atau mendengarkan kaset-kaset cerita Islami.
9. Mengajak anak-anak untuk meramaikan syiar Ramadhan, seperti sholat tarawih berjamaah di masjid, mengaji dan mengkaji Quran, menyimak ceramah-ceramah agama, menyuruh mereka mengantar makanan ke masjid untuk orang yang berbuka puasa, lebih menggemarkan berinfak, shadaqah dan lainnya.
10. Khusus untuk para orang tua, jika mereka menyepelekan pendidikan puasa Ramadhan bagi anak-anaknya, maka mereka harus siap bertanggung jawab kepada Allah kelak di akhirat, jika putra-putrinya kemudian melalaikan kewajiban puasa Ramadhan. Oleh karena itu mereka harus memanfaatkan semaksimal mungkin pembiasaan puasa Ramadhan bagi anak-anaknya sejak dini. Dengan perhatian yang intens dan cara-cara yang bijak, niscaya dapat menggugah kesadaran anak-anak untuk berpuasa. Kesadaran itu tentu akan merupakan tabungan ibadah bagi para orang tua yang telah mendidik mereka.
Jika hal-hal di atas kita lakukan, maka Insya Allah keberkahan Romadhon akan turun ke setiap keluarga muslim.
sumber : http://kamilatunnuha.blogspot.com
Thursday, August 13, 2009
PUISI KEMERDEKAAN
BERDIRI, BERKIBAR, BERTAHANLAH
Karya arie (www.blogcatalog.com)
Dalam diam aku menangis
Dalam sepi aku bersembunyi
Tak mampu
Sungguh aku tak bisa
Melihat darah mengalir
Mendengar tangis menggema
Ya… itulah kejadian dulu
Dulu ketika bambu runcing
Dan Parang di tangan yang kecil
Mengayun mengusir mereka
Tapi kini
Teman teman ku
Sahabat sahabat ku
Yang hancurkan bumi pertiwi ini
Mereka pikir mereka benar !
Satu tarikan pemicu
Yang menyebabkan ribuan nyawa terkapar !
Sungguh….
Andai sang pejuang terlahir kembali
Mungkin mereka akan berkata
“ Aku tak ingin Indonesia merdeka
Biarkan aku mati
Asal mereka tak terlahir nanti”
Wednesday, August 12, 2009
PERCAYA maka kita " BISA "
Tips tips agar diri kita tetap percaya dengan apa yang sudah di tentukan :
1. Percaya bahwa kita dapat berhasil, maka kita pun akan benar-benar berhasil.
2. Keberhasilan seseorang ditentukan oleh besarnya cara berpikir seseorang.
3. Kita tidak dapat memindahkan gunung hanya dengan “mengangankannya”, perlu
kepercayaan yang kuat.
4. Cara terbaik untuk memperoleh keberhasilan adalah dengan percaya bahwa kita dapat
berhasil.
5. Kesangsian berjalan bersama-sama dengan kegagalan.
6. Kesangsian adalah kekuatan negatif. Ketika pikiran tidak percaya atau ragu, pikiran
tersebut menarik “dalih” untuk menyokong ketidakpercayaan itu.
7. Keraguan, ketidakpercayaan, keinginan bawah sadar untuk gagal, perasaan tidak
benar-benar ingin berhasil, bertanggung jawab atas sebagian besar kegagalan.
8. Berpikir ragu maka kita gagal. Berpikir menang maka kita berhasil.
9. Kepercayaan diri berhubungan dengan rasa berharga dalam diri manusia.
10.Setiap orang adalah produk dari pikirannya. Percayalah akan hal-hal yang besar.
Luncurkan serangan sukses dengan kepercayaan jujur dan tulus bahwa kita dapat
berhasil. Percayalah akan kebesaran dan tumbuhlah dalam kebesaran.
11.Langkah pertama (dasar) menuju keberhasilan adalah percayalah kepada diri sendiri,
percayalah bahwa kita dapat berhasil.
1. Berpikir sukses, jangan berpikir gagal.
2. Ingatkan diri kita secara teratur bahwa kita lebih baik dari yang kita kira.Orang sukses
hanyalah orang biasa yang telah mengembangkan kepercayaan kepada diri sendiri dan
apa yang mereka kerjakan. Jangan pernah mengakui keraguan kita atau mengesankan
kepada orang lain bahwa kita bukan orang kelas satu.
3. Percaya bahwa besar kecilnya keberhasilan kita ditentukan oleh besar kecilnya
kepercayaan.
Note : Semoga tips ini bisa bermanfaat untuk yang sedang membutuhkan atau kita semua yang membaca.
