Monday, August 24, 2009
Antara kepercayaan dan kebohongan
Sumber : someone without name
Aku ingin dekat dengan - Mu
Awal Rhamadan ....awal aku untuk memulai dengan baru. Berharap pikiran , hati, masa depan, juga ingin mendekatkan diri kepada-Nya. aku selalu bertanya dengan hatiku sendiri " Apakah masih ada ruang agar dosa dosa kekhilafan ku di ampuni oleh-Nya. Begitu banyak iri dengki, kemunafikan, kesalaham yang telah ku perbuat. Apakah di bulan suci ini akan ada kesempatan untuk bersihkan diri ?. Aku manusia biasa yang tak jauh dari khilaf dan dosa. Ya Allah...masih ada kah kesempatan itu ? Ijinkan aku dekat dengan-Mu, berbicara dengan-Mu, dan meminta petunjuk-Mu, karna itu semua rhido Mu.
Aku seperti malu dengan Mu, seperti tidak pantas untuk mendekat-Mu. Begitu kotor diri ini dan tidak yakin dengan semua ini. Ya Allah berikan jawaban Mu dengan tindakan sesuatu, berikan petunjuk itu agar jalanku menuju arah Mu. Semoga bulan rahmat ini akan memberikan jawaban penuh dan kunci untuk membuka kebaikan rhido MU.
Sumber : Someone without name
Saturday, August 22, 2009
Friday, August 21, 2009
Kenapa Ramadhan Bulan Penuh Berkah?
Begitu pula halnya dengan bulan-bulan dalam setahun, Allah telah memilih Ramadhan sebagai bulan yang istimewa, yang namanya disebutkan dalam Al Qur-an. Firman Allah : "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." QS Al Baqoroh [2]:185. Jika Allah berkehendak, tentu ada suatu maksud tertentu dibalik kehendakNya itu. Allah mengutus Rasulullah dengan satu maksud, untuk menyampaikan risalah-Nya.
Begitu halnya dengan bulan Ramadhan, sebab Allah tidak akan mengatakan Ramadhan sebagai bulan istimewa jika tidak ada sesuatu dibalik itu. Baginda Rasulullah SAW, ketika berada di penghujung bulan Sya'ban, selalu mengatakan kepada sahabatnya : "Telah datang padamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka sambutlah kedatangannya. Telah datang bulan shiyam membawa segala keberkahan, maka alangkah mulianya tamu yang datang itu." (HR. Ath Thabrani) Dalam sabdanya yang lain : "Sesungguhnya telah datang padamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah memerintahkan berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu, dibukakan segala pintu Surga, dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu syetan-syetan. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa yang tidak diberikan kebajikan malam itu, berarti telah diharamkan baginya segala rupa kebajikan." (HR. An Nasai dan Al Baihaqi)
Jika kita menengok ke belakang, melihat sirah Rasulullah SAW kita akan melihat betapa banyaknya kejadian penting terjadi pada bulan Ramadhan, di antaranya :
1.. Bulan diturunkannya Al Qur-an. Firman Allah : "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)." (QS Al Baqarah [2]:185) Dalam tafsir Mafatihul Ghaib, berkenaan dengan ayat diatas, Ar Razi berkata : "Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan dengan jalan menurunkan Al Qur-an. Karenanya, Allah SWT mengkhususkannya dengan satu ibadah yang sangat besar nilainya, yakni puasa (shaum). Shaum adalah satu senjata yang mengungkapkan tabir-tabir yang menghalangi kita manusia memandang nur Ilahi yang Maha Quddus. Al Qur-an adalah suatu kitab yang tiada bandingannya, pemisah yang haq dan bathil, berlaku sepanjang masa, dan menjadi pengikat seluruh ummat Islam di seluruh dunia.
2.. Bulan diturunkannya kitab-kitab suci lainnya. Di bulan ini pula, Allah menurunkan kitab-kitabNya yang lain kepada para Rasul, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits: "Shuhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada 6 Ramadhan dan Injil diturunkan pada 13 Ramadhan sedangkan Al Qur-an diturunkan pada 24 Ramadhan." (HR. Ahmad) Itulah keberkahan bulan Ramadhan, bulan turunnya ayat-ayat Qouliyyah, minhajul hayah bagi keberadaan manusia di muka bumi, penunjuk jalan bagi orang-orang yang mau mensucikan dirinya.
3.. Bulan pilihan Allah bagi terjadinya perang Badr. Perang pertama yang dilakukan kaum Muslimin, dimana perang ini menjadi penentu kelangsungan perjuangan da'wah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama para sahabatnya. Perang Badr dinamakan Allah dengan sebutan "yaumul furqon" (hari pembeda antara yang haq dan bathil), sebagaimana firmanNya : "Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." QS Al Anfal [8]:41. Muhammad Qutb mengatakan dalam tafsirnya bahwa perang ini dari awal hingga akhirnya adalah rencana Allah SWT yang dilaksanakan dengan pimpinan dan bantuanNya. Dimana dalam jalannya pertempuran, Allah SWT memenangkan kaum Muslimin yang mempunyai personil dan persenjataan minim, ditambah kondisi fisik kaum Muslimin yang secara lahiriah lebih lemah karena sedang berpuasa, setelah menerima perintah yang baru beberapa saat diterimanya. Namun itu bukanlah hambatan untuk menang, karena kekuatan utama kaum Muslimin adalah kekuatan ruhiyyah mereka dengan keyakinan akan kebenaran janji Allah SWT. Peperangan ini membuahkan babakan baru dalam sistem gerakan Islam. Perang ini memperbaharui kondisi ummat Islam, setelah dengan sabar dan tabah menempuh tahapan-tahapan perjuangan da'wah. Lahir tatanan baru dalam kehidupan manusia, bagi penerapan hak-hak asasi serta sistem dan struktur baru bagi masyarakat dan negara.
4.. Bulan yang dipilih bagi terbukanya kota Mekkah. Peristiwa "fathul makkah" terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan, sekitar 10000 kaum Muslim mendatangi Makkah dari segala penjuru. Pada saat itulah terjadi fenomena kemenangan yang tidak ada bandingannya dalam sejarah manapun, dimana semua musuh, hingga para pemimpinnya menerima dan mengikuti agama lawan. Ini tidak terjadi melainkan dalam sejarah Islam. Kemenangan ini hakikatnya adalah kemenangan akidah, kalimat tauhid dan bukan kemenangan individual atau balas dendam.
5.. Bulan yang dipilih Allah untuk Lailatul Qadar. Dijelaskan dalam firman Allah SWT : "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS Al Qadr [97]:1-5)
Bulan yang dipilih untuk pelaksanaan puasa dan pemindahan qiblat. Firman Allah : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. " QS Al Baqarah [2] : 183. Bersamaan dengan turunnya ayat perintah berpuasa di bulan Ramadhan, pemindahan qiblat ummat Islam dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram inipun menjadi pembeda antara yang haq dan bathil, dimana pada saat sebelumnya orang Yahudi merasa lebih benar karena puasa mereka dan kiblat mereka diikuti kaum Muslimin. Namun dengan perintah itu, maka berbedalah kaum Muslimin dengan ahlul kitab. Berbeda pula kiblat Muslimin dengan mereka, serta puasa Muslimin dengan mereka. Kecongkakan merekapun berakhir dengan barokah bulan ini.
Sumber : http://kamilatunnuha.blogspot.com
10 Langkah Mengisi Ramadhan Bersama Anak
Dari riwayat diatas, kita dapat mengetahui bahwa para sahabat memberikan perhatian yang serius dalam melatih putra-putri mereka untuk membiasakan berpuasa. Lantas apa yang dapat kita lakukan saat ini untuk meneladani tradisi sahabat tadi? Ada 10 panduan yang perlu kita perhatikan :
1. Melakukan pengkondisian menyambut Ramadhan dengan memberi bekalan pemahaman yang memadai tentang keutamaan Ramadhan. Jika pengkondisian ini dilakukan berulang-ulang sejak sebelum Ramadhan tiba, sangat mungkin akan tumbuh niat yang kuat pada anak untuk berpuasa Ramadhan.
2. Menyambut Ramadhan dengan keriangan dan keceriaan. Rasulullah telah menasehati Abdullah bin Mas'ud untuk menyambut Ramadhan dengan wajah yang berseri tidak cemberut. Jika kita perluas keceriaan tadi, dapat juga dengan cara memberi dekorasi yang khas pada kondisi rumah, sehingga anak semakin menyadari akan keistimewaan Ramadhan dibandingkan bulan lainnya. Hal ini akan menstimulus mereka untuk berpuasa. Dibuat sedemikian rupa sehingga bulan Ramadhan adalah hari-hari yang paling indah untuk dikenang sang anak hingga mereka remaja dan dewasa. Ini tentu akan lebih mudah tercapai jika ada peran serta masyarakat umum dan pemerintah dengan menghidupkan syiar-syiar Ramadhan di jalan raya, perkantoran, pabrik, media masa dan lain-lain.
3. Menata jam tidur anak-anak sehingga akan mudah bergairah saat bangun sahur. Waktu sahur sebaiknya diakhirkan (kira-kira satu atau setengah jam menjelang salat subuh) sebagaimana anjuran Rasulullah. Hikmahnya antara lain agar setelah sahur tidak terlalu lama menunggu waktu subuh.
4. Tidak meletakkan makanan, minuman dan buah-buahan secara terbuka, sehingga akan menggoda mereka untuk segera membatalkan puasanya. Makanan diletakkan pada tempat yang jauh dari perhatian mereka. Hal ini juga sepatutnya diperhatikan oleh restoran dan penjaja makanan dipinggir jalan.
5. Terhadap anak yang baru berlatih puasa (belum kuat dan gampang terpengaruh), sebaiknya mereka dijauhkan bermain dari anak-anak yang malas berpuasa. Dan didekatkan dengan anak-anak lainanya yang juga tekun berlatih. Ini perlu dilakukan agar mereka memperoleh rasa kebersamaan, bukan keterasingan karena puasanya.
6. Melatih berpuasa dengan bertahap dan menjanjikan hadiah sebagai rangsangan. Misalnya di awali dengan izin berbuka sampai jam 10, lalu jam 12 dan seterusnya sampai akhirnya penuh sampai waktu berbuka. Hadiahnya disamping penghargaan dan pujian sebagai anak yang sabar, juga dapat diberikan hadian lain yang beraspek mendidik berupa alat-alat belajar.
7. Stimulus dengan pahala dan surga dari Allah. Jadi hadiah materi diatas tak menutupi stimulus ganjaran Allah. "Jika kamu berpuasa, maka kamu ikut membuka pintu pahala dari Allah bagi orangtuamu yang telah mendidikmu untuk berpuasa". Anak akan senang karena sekaligus dapat berbuat sesuatu kebaikan untuk orangtuanya.
8. Memberi alternatif pengisian waktu yang tepat dan positif. Baik dengan istirahat tidur di siang panas, maupun dengan alternatif permainan yang mendidik untuk melupakan mereka dengan rasa haus dan lapar yang menyengat. Sebagaimana yang telah dilakukan shahabiyah di masa Rasul. Saat ini sudah ada pesantren Ramadhan untuk anak-anak dan remaja, ini juga alternatif kegiatan yang menyenangkan bagi mereka. Atau orangtua dapat juga bersepakat dengan anak-anaknya untuk memasang target, bahwa seusai bulan Ramadhan kemampuan mereka mengaji Al Quran harus lancar dan lebih baik. Perhatian kepada Al Quran memang harus lebih besar di bulan Ramadhan, karena Al Quran diturunkan pertama kali pada bulan ini. Dapat pula orang tua membacakan kisah-kisah keteladanan Islami, atau mendengarkan kaset-kaset cerita Islami.
9. Mengajak anak-anak untuk meramaikan syiar Ramadhan, seperti sholat tarawih berjamaah di masjid, mengaji dan mengkaji Quran, menyimak ceramah-ceramah agama, menyuruh mereka mengantar makanan ke masjid untuk orang yang berbuka puasa, lebih menggemarkan berinfak, shadaqah dan lainnya.
10. Khusus untuk para orang tua, jika mereka menyepelekan pendidikan puasa Ramadhan bagi anak-anaknya, maka mereka harus siap bertanggung jawab kepada Allah kelak di akhirat, jika putra-putrinya kemudian melalaikan kewajiban puasa Ramadhan. Oleh karena itu mereka harus memanfaatkan semaksimal mungkin pembiasaan puasa Ramadhan bagi anak-anaknya sejak dini. Dengan perhatian yang intens dan cara-cara yang bijak, niscaya dapat menggugah kesadaran anak-anak untuk berpuasa. Kesadaran itu tentu akan merupakan tabungan ibadah bagi para orang tua yang telah mendidik mereka.
Jika hal-hal di atas kita lakukan, maka Insya Allah keberkahan Romadhon akan turun ke setiap keluarga muslim.
sumber : http://kamilatunnuha.blogspot.com
Thursday, August 13, 2009
PUISI KEMERDEKAAN
BERDIRI, BERKIBAR, BERTAHANLAH
Karya arie (www.blogcatalog.com)
Dalam diam aku menangis
Dalam sepi aku bersembunyi
Tak mampu
Sungguh aku tak bisa
Melihat darah mengalir
Mendengar tangis menggema
Ya… itulah kejadian dulu
Dulu ketika bambu runcing
Dan Parang di tangan yang kecil
Mengayun mengusir mereka
Tapi kini
Teman teman ku
Sahabat sahabat ku
Yang hancurkan bumi pertiwi ini
Mereka pikir mereka benar !
Satu tarikan pemicu
Yang menyebabkan ribuan nyawa terkapar !
Sungguh….
Andai sang pejuang terlahir kembali
Mungkin mereka akan berkata
“ Aku tak ingin Indonesia merdeka
Biarkan aku mati
Asal mereka tak terlahir nanti”
Wednesday, August 12, 2009
PERCAYA maka kita " BISA "
Tips tips agar diri kita tetap percaya dengan apa yang sudah di tentukan :
1. Percaya bahwa kita dapat berhasil, maka kita pun akan benar-benar berhasil.
2. Keberhasilan seseorang ditentukan oleh besarnya cara berpikir seseorang.
3. Kita tidak dapat memindahkan gunung hanya dengan “mengangankannya”, perlu
kepercayaan yang kuat.
4. Cara terbaik untuk memperoleh keberhasilan adalah dengan percaya bahwa kita dapat
berhasil.
5. Kesangsian berjalan bersama-sama dengan kegagalan.
6. Kesangsian adalah kekuatan negatif. Ketika pikiran tidak percaya atau ragu, pikiran
tersebut menarik “dalih” untuk menyokong ketidakpercayaan itu.
7. Keraguan, ketidakpercayaan, keinginan bawah sadar untuk gagal, perasaan tidak
benar-benar ingin berhasil, bertanggung jawab atas sebagian besar kegagalan.
8. Berpikir ragu maka kita gagal. Berpikir menang maka kita berhasil.
9. Kepercayaan diri berhubungan dengan rasa berharga dalam diri manusia.
10.Setiap orang adalah produk dari pikirannya. Percayalah akan hal-hal yang besar.
Luncurkan serangan sukses dengan kepercayaan jujur dan tulus bahwa kita dapat
berhasil. Percayalah akan kebesaran dan tumbuhlah dalam kebesaran.
11.Langkah pertama (dasar) menuju keberhasilan adalah percayalah kepada diri sendiri,
percayalah bahwa kita dapat berhasil.
1. Berpikir sukses, jangan berpikir gagal.
2. Ingatkan diri kita secara teratur bahwa kita lebih baik dari yang kita kira.Orang sukses
hanyalah orang biasa yang telah mengembangkan kepercayaan kepada diri sendiri dan
apa yang mereka kerjakan. Jangan pernah mengakui keraguan kita atau mengesankan
kepada orang lain bahwa kita bukan orang kelas satu.
3. Percaya bahwa besar kecilnya keberhasilan kita ditentukan oleh besar kecilnya
kepercayaan.
Note : Semoga tips ini bisa bermanfaat untuk yang sedang membutuhkan atau kita semua yang membaca.
Tuesday, August 11, 2009
SEBUAH KISAH TENTANG DULU (cerpen kisah nyata)
Pandangan itu tidak bisa dia lupakan dan semakin dekat dengan kejadian sebenarnya. Setiap ia menginjakkan kakinya ke tanah itu, memori itu berdarah kembali,.. ada apa sebenarnya ?
Ia berusaha tenang dan menerima kenyataan saat dulu.... ia sadar bahwa ia tidak di dalam kenangan itu lagi. Sambil menenangkan hati agar debaran debaran ini menghilang, ia pun cepat mengucapkan kalimah meminta perlindungan pada yang Maha Kuasa. Astagfirullahhal'azim...berkali kali ia ucapkan sampai akhirnya ia bisa berpikiran jernih.
Di dalam hatinya : " Ya Allah aku minta padamu bunga yang indah tapi Engkau beri kaktus berduri, aku minta binatang yang mungil namun Engkau beri ulat berbulu...Ya Allah kenapa Engkau beri padaku sesuatu yang lain dari yang ku pinta ? Bencikah Engkau padaku ??
ASTAGFIRULLAHHAL'AZIM....beberapa waktu kemudian aku tersentak, SUBHANALLAH...ternyata kaktus yang Engkau berikan berbunga sangat indah dan ulat bulu pun berubah menjadi kupu kupu mungil. Sesungguhnya Engkau berikan itu semua tepat pada waktunya".
Ia tersenyum kembali dan memuji syukur nikmat yang di berikan selama ini. Sambil memandang sekali lagi pandangan yang menyakitkan itu.
Dulu saat ia beranjak di kelas III SD, di tempat ia di lahirkan, ia sangat kebingungan dengan situasi dan kondisi yang ia alami. Ia selalu merasa sendiri tanpa teman dan dukungan keluarga. Sifat periang anak seusianya berubah menjadi pendiam dan penyendiri, sifat keterbukaannya berubah menjadi pemberontak yang bisa di lihatkan lewat perilakunya.
Dulu ia suka menyalahkan Penguasa Bumi ini atas apa yang ia alami. Ketidakadilan dan kecurangan hidup terus menyiksa bhatinnya. Sampai akhirnya ia harus tumbuh dengan kedewasaan yang belum waktunya. Keberhasilan itu harus ada di setiap langkahnya bukan keadaan tadi, ia berusaha bangkit, selalu ingin tegar dengan membekali ambisi dan keyakinan hati. Menurutnya " ternyata yang membuat kedewasaan itu tumbuh bukan karena umur tetapi keadaan seseorang, yang mengharuskan seseorang itu lebih belajar dari pengalaman hidup apa saja yang pernah ia alami.
Sifat keras itu di bawa ke mana pun ia pergi, sampai akhirnya ia merasa tidak butuh perlindungan dan perhatian orang lain. Tanpa kedua orang tuanya di sisi ia jalani hidup keras ini sampai ia menemukan apa yang di cari dan menemukan jawaban yang selalu ada di benaknya dari dulu. Kini ia sudah memiliki keluarga yang utuh, yang bisa melengkapi sesuatu yang hilang tadi. Dan berharap anak cucunya kelak tidak mengalami keadaan seperti dia.
Berbagai macam pengalaman hidup di jadikan guru dan bekal untuk terus melangkah. Ada yang seharusnya...yah memang seharusnya, ada juga yang aneh tapi kenyataan, ada yang tak mungkin tapi tetap di jalani. Hidup ini adalah pelajaran untuk menambah ilmu dan pengalaman. lebih baik mencoba dari pada tidak sama sekali. Tak bisa di hitung berapa banyak kejadian, tragedi, pengalaman juga sesuatu yang baru...akan tetap ia jalani dan nikmati apa yang diberi oleh-Nya.
Tiba tiba perasaan gundah tadi hilang lenyap dari pandangan yang menyakitkan dulu. Ia harus terus melangkah dan menjalani yang telah ada sekarang. Berusaha ikhlas dengan apa yang di berikan Allah, karna mungkin itu yang terbaik untuk dia. Kenangan lama yang buruk ia lupakan, kenangan yang baik ia simpan rapi rapi di dalam hati kecilnya...agar ia bisa menikmati lebih bersyukur dengan apa yang di miliki sekarang.
Sekarang jangankan untuk menyendiri atau berdiam diri, ia sangat periang selalu ingin menghibur teman atau siapa saja yang dikenalnya, walau di dalam hatinya belum tentu selucu candanya. Menurutnya jika orang lain bisa bahagia tertawa ia merasa dibutuhkan dari orang tersebut. Ia juga sering bertanya di dalam hati " apakah didalam ketawa ada tangisan ? pertanyaan yang tak bisa di jawab juga sulit di pahami.
Kini ia pergi meninggalkan pandangan itu, dari perasaan sakit menjadi senyuman keikhlasan. Yang ada di benaknya ingin cepat pulang berkumpul dengan keluarga yang di cintainya dan bertemu dengan teman teman yang ia sayangi.
Note : Semoga cerpen ini menjadikan kita lebih dewasa, matang dalam berpikir dan berhati hati memulai sesuatu yang baru.
nara sumber : Someone without name
Thursday, August 06, 2009
Asa ku

Hening menerawangi pikiran...
lengang hati tiada yang tau,
Ingin ku terjun membawa rasa
Tapi tak tau ke arah yang mana...
Langkah tetap ke depan...tetap tiada arah di nanti
Terus dan terus melangkah
Setapak demi setapak aku pahami semua ini
Bahwa hidup tak selalu indah..
Lalu terus melaju..sampai lelah pun tak ku sadari
keringat ini membasahi dan jantung tak berarah detaknya
Kupandangi Langit yang tersenyum pada ku
memberikan isyarat bahwa aku harus tau
Hidup ini tetap di jalani seperti air mengalir..
Kini aku berhenti dan sangat letih..
sambil memandangi diri di depan ku
Sambil terengah engah nafasku
Aku ngerti bahwa aku sangat tidak sempurna
Tak kusadari ternyata asa yang berlalu pergi
Dari hati yang begitu dalam
Meninggalkan ku dengan kebingungan..
Apa yang ku kejar tak mudah ku dapatkan..
Asa...kembalilah...aku masih membutuhkan mu
Lebih dari apa yang kau pikirkan...
Kau lah semangat ini...
Apa jadinya aku jika kau meninggalkan ku !
Sejenak..... aku terseyum lagi...
Ternyata Asa itu kembali
Mengikuti langkah langkah yang terhenti tadi
Mengikuti apa yang ada di hati...
Asa.. aku janji ...tak akan patah arang untuk mendapatkan mu
Setiap langkah, ku iringi dengan semangat mu
Agar aku bisa lebih tegar melangkah ke depan....
Note : Yang membuat orang bertahan hidup jika ia mempunyai Asa... , tak bisa memindahkan gunung dengan kedua telapak tangan tapi haruslah dengan keyakinan. Asa dan keyakinan pasti semua akan tercapai...
Friday, July 24, 2009
TAK ADA YANG ABADI
Suatu ikatan hubungan itu terjalin karena adanya pendekatan dan kecocokan diri, bahkan hubungan itu terjaga sampai ke akhir hayat. Kita tidak menyadari sampai kapan perjalanan itu terjadi. Siapa pun tak pernah tau apa yang terjadi besok. Keakraban sesama tetap bertahan sampai sepasang kekasih atau suami istri takut untuk terpisahkan. Keadaan keadaan itu membuat kita bingung karena ketidaksiapan dengan perpisahan yang membuat kita hilang arah nantinya.
Perpisahan sangat menyakitkan bagaikan " ranting kehilangan dahannya yang patah " hilang arah, hilang pegangan, hilang kendali dan pasti hilang semangat untuk melanjutkan kehidupan yang tersisa. Kita hanya bertanya kenapa dia pergi, kenapa meninggalkan dengan keadaan yang belum siap kita terima. Hanya ada tangisan dan ketakutan dalam diri. Apakah kita bisa bertahan hidup dan melanjutkan perjalanan tadi.
Tak selamanya tangan dan raganya bisa menjaga kita. Bila waktunya tiba seperti alunan detak jantung yang tak bertahan lama untuk melawan waktu, semua keindahan memudar, pandangan menghilang pelan dan cinta pun di bawa pergi. Hilang selamanya yang tinggalkan hanya kenangan kenangan.
Kenyataan itu tidak semua orang bisa terima, ada juga yang takut untuk memulainya lagi bahkan ada yang benci dengan kejadian itu. Kita tidak menyadari dari mana asal kita. Dari tidak ada... mulai lahir ada... sampai tidak ada lagi. Semuanya !! siapa pun itu ! tidak pandang bulu...tidak pandang waktu...tidak pandang usia...masa yang sudah di tetapkan datang tidak ada yang bisa elak dan menghindar. Jiwa yang lama akan segera pergi ...bersiaplah para pengganti.
Kita harus selalu ingat tak ada yang abadi di muka bumi ini, melainkan-Dia sang Maha Pencipta dan pemilik segalanya. Bisakah kita siap bila waktu kita tiba ? Benahi diri selagi bisa..waktu yang bertambah di hari hari kita menandakan usia semakin berkurang.
Kita harus lebih bersyukur di beri kesempatan hidup lebih lama dan belajar bersabar bila kehilangan. Karena semua ini hanya sementara dan titipan dari-Nya.
